Penangkapan Terduga Teroris

Densus 88 Koordinasi dengan Kedubes Negara dari Oknum yang Alirkan Dana ke Mastermind JAD

Diketahui, Saefullah menerima aliran dana dari 12 oknum dari lima negara berbeda senilai $ 28.921.89 atau Rp 413.169.857 untuk melancarkan aksi terori

Densus 88 Koordinasi dengan Kedubes Negara dari Oknum yang Alirkan Dana ke Mastermind JAD
Vincentius Jyestha/Tribunnews.com
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Densus 88 Antiteror berkoordinasi dengan para perwakilan Kedubes negara dari 12 oknum yang mengalirkan dana ke Saefullah, mastermind Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Indonesia.

Diketahui, Saefullah menerima aliran dana dari 12 oknum dari lima negara berbeda senilai $ 28.921.89 atau Rp 413.169.857 untuk melancarkan aksi terorisme.

Adapun negara yang dimaksud antara lain Trinidad & Tobago, Maldives, Venezuela, Jerman, dan Malaysia.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya mengundang Liason Officer (LO) di bidang keamanan dan pertahanan masing-masing negara tersebut, guna bertukar informasi terkait jaringan terorisme.

"Dari Densus sudah menyampaikan para perwakilan Kedubes yang ada di Indonesia. Ada LO-LO-nya di bidang kemananan dan pertahanan diundang oleh Densus 88 untuk mengkomunikasikan sekaligus tukar menukar informasi terkait jaringan terorisme di Indonesia dan di beberapa negara," ujar Dedi di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (24/7/2019).

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menyebut pemanggilan terhadap para perwakilan Kedubes itu akan dilakukan pekan ini.

Baca: KPK: Gratifikasi DAK Meranti Masih Berjalan

Selain bertukar informasi terkait terorisme yang telah didapat, Polri juga mengatakan akan menelusuri aliran dana tersebut dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"Info yang saya dapat minggu-minggu ini Densus telah memanggil para perwakilan Kedubes saling tukar informasi untuk mengungkap jaringan JAD yang di Indonesia maupun di beberapa negara, targetnya minggu-minggu ini," ucapnya.

"Mereka juga bergerak, kita juga berkgerak. Nanti saling tukar informasi apa yang kita dapat, termasuk aliran dana ini dengan PPATK," imbuh Dedi.

Sebelumnya diberitakan, Mabes Polri mengatakan Saefullah alias Daniel alias Chaniago, mastermind kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Indonesia, mendapatkan aliran dana dari luar negeri guna melakukan aksi terorisme.

Halaman
12
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved