Manuver Politik

Pengamat Baca Makna Pertemuan Surya Paloh dengan Anies Baswedan Sebagai Bentuk Ketidaksetujuan

Pertemuan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bisa dibaca sebagai bentuk ketidaksetujuan

Pengamat Baca Makna Pertemuan Surya Paloh dengan Anies Baswedan Sebagai Bentuk Ketidaksetujuan
Tangkapan Layar Youtube Pebby Adheliana
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pertemuan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bisa dibaca sebagai bentuk ketidaksetujuan atas pertemuan Megawati Soekarnoputri dengan Prabowo Subianto.

Pengamat politik Leo Agustino mengatakan pertemuan yang dilakukan Surya Paloh dengan Anies Baswedan bukan tanpa makna.

Terlebih menurut Leo Agustino ada pesan mengenai dukungan kepada Anies Baswedan sebagai calon presiden 2024.

"Namun masalahnya, sokongan tersebut dilakukan tidak lama setelah pertemuan Mega-Prabowo. Oleh karena itu, sokongan NasDem bukan tanpa makna," ujar Leo Agustino kepada Tribunnews.com, Kamis (25/7/2019).

Baca: Sri Bintang Pamungkas Batal Jadi Saksi Ahli dalam Sidang Praperadilan Kivlan Zen, Ini Alasannya

Baca: Inilah 5 Fakta Pernikahan Siti Badriah & Krisjiana Baharudin: Akad, Resepsi, Undangan hingga Mahar

Baca: Menyisir Rantai Pemasok Narkoba untuk Nunung, Dikendalikan dari Lapas Hingga Alur Pemesanan

Baca: Pencari Rumput di Purwakarta Jadi Korban Penembakan Salah Sasaran Hingga Kakinya Patah

Pengajar di Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Serang, Banten ini pun mengungkapkan analisisnya di balik pertemuan yang dilakukan Surya Paloh dengan Anies Baswedan.

"Maknanya, dalam analisis saya, sebagai bentuk 'ketidaksetujuan' NasDem atas pertemuan Mega-Prabowo," ucap Leo Agustino.

Ini disebabkan NasDem, terutama Surya Paloh melihat pertemuan tersebut akan berakhir dengan masuknya Gerindra pada koalisi partai pendukung Jokowi-Maruf Amin.

Jauh dari itu, Gerindra dianggap akan mendapat kursi menteri dan kepala badan di pemerintahan Jokowi-Maruf Amin pada 2019-2024.

"Ini menyakitkan hati NasDem yang sama-sama berjuang dan berdarah-darah untuk memenangkan pasangan Jokowi-KH Maruf Amin," ucap Leo Agustino.

Halaman
1234
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved