Selasa, 26 Mei 2026

Seleksi Pimpinan KPK

ICW Tanggapi Tidak Lolosnya Basaria Panjaitan

Menurutnya, ICW juga telah banyak memberikan catatan kritis terhadap lima komisioner KPK yang masih menjabat saat ini.

Tayang:
Penulis: Gita Irawan
Editor: Johnson Simanjuntak
Tribunnews.com/ Theresia Felisiani
Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, Jumat (26/4/2019) di Gedung Lama KPK Kav C1, Kuningan, Jakarta Selatan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana yang merupakan bagian dari Koalisi Kawal Capim KPK menanggapi terkait tidak lolosnya Komisioner KPK Basaria Panjaitan dalam tes psikologi yang diumumkan oleh Panitia Seleksai Calon Pimpinan KPK Senin (5/8/2019) lalu.

Kurnia mengatakan, beberapa waktu lalu ICW telah mengevaluasi kinerja KPK di era kepimimpinan Agus Rahardjo.

Menurutnya, ICW juga telah banyak memberikan catatan kritis terhadap lima komisioner KPK yang masih menjabat saat ini.

Untuk itu ia menilai, pimpinan-pimpinan KPK periode 2019-2023 lebih baik diisi oleh figur-figur baru.

Baca: Cerita Pengungsi Palu, Kembali Bangkit Setelah Temukan Peralatan Usahanya yang Tertimbun Tanah

"Kalau kita mengacu beberapa waktu lalu ICW sendiri sudah mengevaluasi kinerja KPK hari ini begitu, di era Agus Rahardjo. Sebenarnya, banyak catatan kritis yang banyak diberitakan kepada lima komisioner KPK saat ini, dan kita pandang lebih baik figur-figur baru yang menempati pimpinan KPK 2019-2023," kata Kurnia di Kantor ICW Jakarta Selatan pada Selasa (6/8/2019).

Kurnia Ramadhana
Kurnia Ramadhana (Ilham Rian Pratama/Tribunnews.com)

Kurnia mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan kandidat mana yang memiliki potensi dari 40 kandidat capim KPK yang namanya sudah dipublikasikan mengingat saat ini pihaknya masih melakukan penelusuran rekam jejak terhadap mereka.

"Kita belum selesai tracking, tentang siapa saja calon calon potensial dan kalau dibilang ada pasti ada ya dari 40 ini orang orang baik begitu. tapi memang kita belum mempublikasikan itu," kata Kurnia.

Basaria sendiri menilai, keputusan yang diambil olrh Pansel Capim KPK terhadapnya adalah hasil yang terbaik.

"Itu sudah hasil terbaik, Mas," tulis Basaria dalam pesan WhatsApp ketika dihubungi Tribunnews.com pada Selasa (6/8/2019).

Baca: Kuli Semangka di Kramat Jati Bunuh Istrinya Setelah Cekcok Masalah Ekonomi

Sebelumnya diberitakan, dari 104 peserta calon pimpinan KPK (Capim KPK) yang ikut dalam tes psikologi, hanya 40 orang yang lolos dan bisa ikut ke tahap seleksi berikutnya.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Panitia Seleksi (Pansel) Capim KPK, Senin (5/8/2019) banyak calon-calon jagoan Institusi Polri maupun KPK yang tumbang di tahap ini.

‎Berikut nama-nama capim yang tidak lolos tes psikologi :

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan.

Mantan Polwan ini merupakan satu dari 6 orang unsur lembaga antikorupsi yang gugur usai tes psikologi.

Lima anggota KPK lainnya yang juga gagal lolos, yakni Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan, Direktur Gratifikasi KPK Syarif Hidayat, Wakil Ketua 2 WP KPK Harun Al Rasyid.

Koordinator Wilayah VI Koordinasi Supervisi dan Pencegahan KPK Asep Rahmat Suwandha, serta Ketua Tim Koordinasi Supervisi dan Pencegahan KPK wilayah Jawa Tengah, Muhammad Najib Wahito.

Sementara itu, lima unsur KPK yang lolos melenggang ke seleksi berikutnya ialah Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dan Laode M. Syarif, Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar-Komisi dan Instansi KPK Sujanarko.

Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK Giri Suprapdiono, dan Kepala Biro Sumber Daya Manusia KPK Chandra Sulistio Reksoprodjo,

Tak hanya dari unsur lembaga antikorupsi, yang mulai tumbang. Peserta seleksi dari unsur Polri juga gagal lolos tes psikologi yang dilakukan Pansel Capim KPK.

Mereka yang tidak lolos ke tahap selanjutnya, antara lain Staf Ahli Kapolri Irjen Ike Edwin, Kepala Biro Penyusunan dan Penyuluhan Hukum (Karosunluhkum) Divisi Hukum Polri Brigjen Agung Makbul, dan Analis Kebijakan Utama Lemdiklat Brigjen Juansih, Kabag Ren Rorenim Baharkam Polri Kombes Kharles Simanjuntak.

Sebaliknya, 6 anggota Polri yang lulus tes psikologi yakni Wakil Kabareskrim Polri Irjen Antam Novambar, Dosen Sespim Polri Brigjen Bambang Sri Herwanto, Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Irjen Dharma Pongrekun.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Firli Bahuri, Analis Kebijakan Utama Lemdiklat Brigjen Juansih, dan Wakapolda Kalimantan Barat Brigjen Sri Handayani.

Terakhir dari unsur jaksa yang lolos tes psikologi di antaranya Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Sugeng Purnomo, Koordinator pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Supardi.

Direktur Tata Usaha Negara pada Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Johanis Tanak, serta seorang pensiunan jaksa M. Jasman Panjaitan.

Unsur jaksa yang tumbang antara lain Kepala Pusat Diklat Manajemen dan Kepemimpinan pada Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Ranu Mihardja serta pensiunan jaksa Herman Adrian Koedoeboen.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved