Pilkada 2020 Jadi Ajang PDIP Untuk Panaskan ''Mesin Politik'' Menuju Pemilu 2024

Hanta: PDIP harus memastikan bahwa proses pemilihan kepala daerahnya tak menghasilkan turbulensi.

Pilkada 2020 Jadi Ajang PDIP Untuk Panaskan ''Mesin Politik'' Menuju Pemilu 2024
Fransiskus Adhiyuda
Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yudha dalam diskusi 'Kesiapan PDI Perjuangan menuju Pilkada 2020 dan Testimoni Para Kepala Daerah' yang digelar di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Mentenh, Jakarta Pusat, Senin (5/8/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yudha mengatakan, pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 adalah ajang untuk memanaskan mesin politik agar bergairah memenangkan Pemilu 2024.

Hal itu disampaikan Hanta Yudha dalam diskusi 'Kesiapan PDI Perjuangan menuju Pilkada 2020 dan Testimoni Para Kepala Daerah' yang digelar di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (5/8/2019).

"PDIP perlu menggairahkan mesin politiknya menuju 2024 lewat pertarungan Pilkada 2020. Bila ajang itu bisa dimenangkan secara mayoritas, maka mesin politik PDIP akan makin bergairah untuk memenangkan Pemilu 2024," kata Hanta Yudha.

Hanta pun menambahkan, PDIP harus memastikan bahwa proses pemilihan kepala daerahnya tak menghasilkan turbulensi.

Baca: Tak Lolos ke Tahapan Seleksi Capim KPK Berikutnya, Basaria Panjaitan: Itu Hasil Terbaik

Baca: Listrik Jakarta Padam, Nagita Slavina Mengungsi ke Singapura, Ayu Ting Ting Kegerahan di Rumah

Semisal, kata Hanta, jangan sampai kader yang sudah bekerja keras meniti kader dari bawah, tak diberi kesempatan yang sama untuk menjadi kepala daerah dibanding calon dari luar.

"Harus dipastikan soliditas terjaga," ucapnya.

Selain itu, pemilihan kepala daerah harus dilaksanakan berbasis data-data yang sahih, khususnya data hasil riset dan survei.

Selain pilkada, PDIP disarankannya terus melakukan rebranding dirinya, khususnya dalam menghadapi para pemilih milenial dan pemilih baru pada Pemilu 2024.

Bagi Hanta, strategi pada Pemilu 2019 harus ditanggalkan untuk mencari branding baru parpol berlambang banteng moncong putih itu.

Selanjutnya, lanjut Hanta, PDIP harus menggenjot kerja kepala daerahnya sehingga tingkat kepuasan publik terus meningkat. Sebab pada akhirnya kerja positif kepala daerah akan mempengaruhi raihan suara PDIP.

Baginya, ada tiga cara yang bisa digunakan PDIP dalam kerja menentukan untuk memastikan kemenangan di pilkada dan pemilu 2024. Pertama yakni kekuatan brandingyakni tarung persepsi atas PDIP terhadap parpol lainnya.

Kedua, faktor kekuatan mesin politik, baik kekuatan massa di darat dan pertarungan di udara menyangkut informasi serta media massa.

Ketiga, kemampuan untuk secara tepat membaca tren perilaku pemilih. Misal, hasil risetnya menemukan perilaku pemilih di Jawa Timur adalah rasional. Sementara di Jakarta lebih sosiologis yang sangat dipengaruhi isu SARA, etnisitas, hingga gender.

"Saya sarankan PDIP mulai memikirkan siapa capres-cawapres untuk 2024. Tapi semuanya disimpan dulu, jangan dikeluarkan sekarang. Lalu munculkan figur potensial untuk bisa memberi insentif elektoral," ungkap Hanta Yudha.

"Jadi ini harus dipetakan dengan baik," tuturnya.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved