KH Maimoen Zubair Meninggal Dunia
Fakta-fakta Meninggalnya KH Maimoen Zubair, Dimakamkan di Mekkah hingga Gereja Katolik Gelar Doa
Berikut ini Fakta-fakta Meninggalnya Mbah Maimun, Kenapa Dimakamkan di Mekkah hingga Gereja Katholik di Mojokerto Gelar Doa
Penulis:
Muhammad Renald Shiftanto
Editor:
Daryono
“Ada ekspatriat kita ada disini, Fahmi, beliau sangat membantu semua proses dan alhamdulillah saya sangat bahagia melihat Mbah Moen dimakamkan di Ma’la sebuah tempat jannatul Ma’la,” ujar Maftuh.
3. Gereja Katolik di Mojokerto Gelar Doa
Tak hanya umat muslim saja yang kehilangan ulama bersar NU.
Bahkan sejumlah umat Katolik di Mojokerto menggelar doa khusus untuk melepas kepergian Mbah Moen.
Hal tersebut diketahui melalui foto yang diunggah akun Instagram Resmi Nahdlatul Ulama.
Dalam unggahan tersebut, terdapat foto Mbah Moen yang dipajang di sebuah gereja.
Di sampingnya juga terpajang lilin serta bunga.
Dalam foto diterangkan jika Gereja Katolik Mojokerto menggelar doa kepergian pria yang lahir tepat di hari Sumpah Pemuda itu.
“Teladan Mbah Maimoen sebagai ulama yang mengayomi seluruh masyarakat lintas agama. Geraja Katolik Mojokerto turut menggelar doa kepergian Mbah Maimoen,” terang akun Instagram @Nahdlatululama Selasa (6/8/2019).
Persatuan Gereja Indonesia (PGI) juga menyampaikan duka cita atas wafatnya kiai karismatik KH Maimoen Zubair di tanah suci.
Melalui keterangannya kepada Tribunnews.com, Sekretaris Umum PGI Pdt Gomar Gultom, mengatakan Kiai berusia 90 tahun merupakan sosok yang patut diteladani.
"Atas nama gereja-gereja di Indonesia, saya menyampaikan turut berduka cita atas berpulangnya Kiai Karismatik KH Maimoen Zubair (Mbah Moen)," ujar Gultom di Jakarta, Selasa (6/8/2019).
Ia juga mengatakan bahwa Mbah Moen adalah sosok Kiai yang patut menjadi teladan bagi ulama dan tokoh agama yang ada di Indonesia.
Selain itu, ia juga menahbahkan bahwa Mbah Moen selalu hadir dengan keteduhan.
"Mbah Moen adalah sosok Kiai yang patut menjadi teladan bagi ulama dan tokoh agama yang ada di Indonesia. Beliau selalu hadir dengan keteduhan. Olehnya, kepergian beliau tidak hanya kehilangan bagi PPP maupun NU, tidak juga hanya kehilangan bagi umat Islam, tapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia," ungkap dia.