Tunjangan Tinggi, PNS Kemenkeu Disindir Tidak Mau Dipindah

Setiawan menjelaskan kondisi ini terjadi di pemerintah daerah. Sesuai catatan, tunjangan pemerintah daerah tertinggi ialah Pemprov DKI Jakarta.

Tunjangan Tinggi, PNS Kemenkeu Disindir Tidak Mau Dipindah
Instagram/pnsgantengcantik
Ilustrasi PNS 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Deputi Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian PAN-RB Setiawan Wangsaatmaja menyindir PNS di Kementerian Keuangan yang tidak mau dipindah ke lembaga lain karena beda tunjangan.

Ini disampaikan Setiawan dalam forum diskusi dengan tema : Evaluasi Reformasi Birokrasi, Kamis (8/8/2019)‎ di Ruang Auditorium Kementerian PAN-RB, Jakarta Selatan.

Awalnya, Setiawan menuturkan bahwa tunjangan kinerja di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merupakan yang tertinggi dibandingkan instansi lainnya. Atas dasar ini, ‎banyak PNS Kemenkeu yang tidak mau dipindahkan ke lembaga lain.

Baca: Patah Hati dan Mental Down, TKI yang Ditipu Oleh Pacar Cantiknya Itu Balik ke Korsel

"Tunjangan di Kemenkeu ini tertinggi, makanya susah mau dipindah," tegas Setiawan.

Setiawan menjelaskan kondisi ini terjadi di pemerintah daerah. Sesuai catatan, tunjangan pemerintah daerah tertinggi ialah Pemprov DKI Jakarta. Dia mencontohkan, PNS Pemprov DKI Jakarta, tidak akan mau jika dipindah ke Pemda Sleman.

Baca: Bahas Mafia Tanah, Menteri ATR/BPN Temui Kapolda Metro Jaya

"Bayangkan Pemda DKI ke Sleman. Remunerasinya bagaikan bumi dengan langit. Eselon II di DKI Rp 60-80 juta, tidak bakal mau dipindah ke Sleman yang hanya Rp 5 juta," tuturnya.

"Ini tidak akan jalan kalau kita masih berkasta-kasta. Seperti ini yang harus dipikirkan secara nasional," tambah Setiawan.

Merespon itu, Sekretaris Jenderal Kemenkeu, Hadiyanto menyebut remunerasi merupakan bentuk reformasi birokrasi agar pegawai fokus kerja tanpa tergoda hal lain.

"Tidak sama, karena untuk dapat remunerasi yang baik ada Key Performance indicator, tercapai nggak itu. Penilaian di kami sampai ke tingkat individual," papar Hadiyanto.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved