4 Drone Beserta Ahlinya Dikirim ke Papua Untuk Cari Helikopter MI-17 TNI AD yang Hilang Kontak

Empat drone atau pesawat tanpa awak dikirimkan untuk membantu pencarian Helikopter MI-17 Nomor Reg HA-5138 milik TNI AD

4 Drone Beserta Ahlinya Dikirim ke Papua Untuk Cari Helikopter MI-17 TNI AD yang Hilang Kontak
Tribunnews/JEPRIMA
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa saat memberikan keterangan terkait polemik taruna Akademi Militer (Akmil) Enzo Zenz Allie di Mabes TNI Angkatan Darat, Jakarta Pusat, Selasa (13/08/2019). TNI AD menyatakan tetap mempertahankan Enzo sebagai taruna Akmil, setelah yang bersangkutan menjalani tes lanjutan dan memperoleh hasil indeks moderasi bernegara sebesar 84 persen. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa mengatakan pihaknya akan mengirimkan lagi empat drone atau pesawat tanpa awak untuk membantu pencarian Helikopter MI-17 Nomor Reg HA-5138 milik TNI AD yang hilang kontak di kawasan Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, sejak 28 Juni 2019.

Tidak hanya itu, Andika juga mengatakan akan mengirim ahli beserta drone tersebut.

Andika menjelaskan, drone tersebut memiliki kemampuan jarak observasi sampai 30 kilometer.

"Kami TNI Angkatan Darat akan mengirim lagi empat drone lagi ke sana dengan ahlinya untuk membantu di sana. Apa yang kami bisa, drone dengan jarak observasi sampai 30 km, kita akan gelar di sana," kata Andika di Mabes TNI AD Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2019).

Baca: Kabar Mina Hari Ini Banjir Dipastikan Bohong, Kondisi Jemaah Haji Baik Semua

Baca: Prediksi dan Head to Head Timnas Indonesia U-18 vs Myanmar: Akses Link Live Streaming di Sini

Baca: Promo Makanan Sambut Hari Kemerdekaan: Ada Burger King, Richeese Factory, McD, Geprek Bensu

Ia menjelaskan, proses pencarian helikopter yang hilang tersebut sudah dilakukan bersama-sama dengan berbagai institusi termasuk pihak swasta.

"Personel Angkatan Darat sendiri sudah berusaha dan kami juga melibatkan banyak institusi di luar Angkatan Darat, bahkan swasta yang memiliki teknologi. Misalnya drone, kami benar-benar bekerja sama. Itu di luar dari aset yang kami miliki," kata Andika.

Ia mengatakan, saat ini pihaknya memang membutuhkan bantuan dari semua pihak yang memiliki teknologi untuk membantu pencarian Helikopter tersebut.

"Apakah menggunakan kamera, drone, karena drone juga bermacam-macam jenisnya. Dengan medan yang begitu terjal dan elevasinya sangat tinggi dan tidak terlalu mudah. Tapi kami terus mencari," kata Andika.

Upacara adat

Halaman
123
Penulis: Gita Irawan
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved