Bermodal Tanda Pengenal PNS Kemendikbud, Herman Tipu 99 Tenaga Honorer dan Raup Uang Rp 5,7 Miliar

Orang akan percaya dia adalah karyawan dari Kemdikbud. Korban akan diperlihatkan SK CPNS palsu dan rekening palsu.

Bermodal Tanda Pengenal PNS Kemendikbud, Herman Tipu 99 Tenaga Honorer dan Raup Uang Rp 5,7 Miliar
Tribunnews.com/ Fahdi Fahlevi
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono saat merilis kasus penipuan berkedok bisa bantu jadi CPNS di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (13/8/2019). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Herman alias Herman Bima, pelaku penipuan terhadap 99 tenaga honorer kerap berpura-pura menjadi pegawai negeri sipil (PNS) Sekretariat Kementerian Pendidikan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Non-formal dan Informal.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, mengungkapkan Herman menjanjikan para korban yang merupakan karyawan honorer untuk diangkat menjadi PNS.

Tersangka juga mempunyai sebuah tanda pengenal PNS untuk meyakinkan korbannya.

"Orang akan percaya dia adalah karyawan dari Kemdikbud. Korban akan diperlihatkan SK CPNS palsu dan rekening palsu (saat bertemu tatap muka) untuk meyakinkan korban," ujar Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Baca: Wanita di Blitar Ini Jualan Sabu dan Layanan Plus-Plus, Harga per Paket Rp 500 Ribu

Baca: Wiranto Sebut Insiden Penembakan di Papua Bagian Dari Operasi

Baca: KSAD Beberkan Kondisi Terkini Enzo Zenz Allie di Akademi Militer: Kondisi Bagus, Tidak Dalam Tekanan

Para korban diminta membayar sejumlah uang senilai Rp 50 juta hingga Rp 100 juta untuk proses pengangkatan dari karyawan honorer menjadi PNS.

Herman menjanjikan akan mengembalikan uang korban jika tidak lolos menjadi PNS.

Selain itu, tersangka meyakinkan seorang korbannya dengan mengajak bertemu di Lantai III Gedung E Kantor Dirjen Pendidikan Formal dan Informal Kemdikbud.

"Uang korban dijanjikan akan dikembalikan jika korban tidak dapat menjadi PNS," ungkap Argo.

Argo mengungkapkan, tersangka mendapatkan data karyawan honorer dari internet dan para korban lainnya.

Halaman
123
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved