Himpun Kurban THK Dompet Dhuafa Meningkat 20 Persen

Untuk di dalam negeri,penyebaran dilakukan berbagai daerah yang terdampak akibat bencana yaitu Palu, Lombok, Konawe, Banten dan Halmahera

Himpun Kurban THK Dompet Dhuafa Meningkat 20 Persen
istimewa
Daging kurban yang dibagikan ke masyarakat 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTADompet Dhuafa telah menghimpun hewan kurban sebanyak 22.300 ekor dari seluruh Indonesia.

Dibandingkan tahun lalu, hari pertama penyembelihan saja, angka ini naik 27 persen.

Tahun lalu hingga hari terakhir tasyrik Dompet Dhuafa hanya menerima 18.558 ribu ekor saja.

"Progress penghimpunan kurban secara nasional hingga siang ini adalah sebesar 20 persen dibanding dengan tahun lalu," papar drg Imam Rulyawan MARS selaku Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi di Jakarta, Senin (12/8/2019).

Sebaran alokasi daging kurban hingga ke Penerima Manfaat melingkupi 25 Provinsi di Nusantara dan 5 negara yang mengalami konflik kemanusiaan yaitu Palestina, Myanmar, Kamboja, Vietnam dan Filipina.

"Untuk di dalam negeri, kami juga melakukan penyebaran pada berbagai daerah yang terdampak akibat bencana yaitu Palu, Lombok, Konawe, Banten, dan Halmahera," katanya.

Jika dibandingkan dengan sebaran tahun lalu, maka pelaksanaan di tahun ini mengalami penambahan 2 provinsi di dalam negeri, dimana pada realisasi tahun lalu, kita mendistribusikannya ke 23 provinsi.

Sumber pengadaan hewan kurban Dompet Dhuafa adala para mitra yang merupakan hasil dari pemberdayaan peternak lokal yang mandiri dan telah melewati tahapan seleksi, serta pendampingan oleh tim program Dompet Dhuafa.

"Kemudian, satu hal yang menjadi terobosan pelaksanaan program kurban tahun ini adalah kami meniadakan pemakaian wadah plastik sebagai kemasan distribusi dan menggantinya dengan bahan-bahan yang alami, sehingga lebih ramah lingkungan. Bahan-bahan ini adalah besek bambu, keranjang bambu, krengsong bambu, daun jati, daun pisang, daun pandan dan lain-lain. Hal ini sebagai upaya kami untuk mengurangi penyebaran limbah plastik yang dapat merusak lingkungan", tutup Imam Rulyawan.

Dalam sisi mekanisme pelaksanaan distribusi THK secara sederhana dapat dijelaskan bahwa Dompet Dhuafa menunjuk mitra di daerah sekitar wilayah distribusi agar proses distribusi dapat lebih cepat dilakukan dan sampai kepada penerima manfaat.

"Selanjutnya pemotongan dilakukan sedapat mungkin di lokasi terdekat dengan penerima manfaat," kata Tri Estriani selaku Ketua Panitia THK Dompet Dhuafa 2019.

Fatwa MUI yang membolehkan penyaluran di luar lokasi penyembelihan menguatkan pelaksanaan distribusi dengan mekanisme di atas.

Berdasarkan riset IDEAS yang dirilis Jumat (9/8) lalu, diketahui bahwa daerah perkotaan merupakan wilayah potensi surplus daging dimana potensi pekurban jauh lebih besar dibandingkan potensi mustahik (penerima manfaat) daging kurban.

Sehingga program pendistribusian hewan kurban keluar dari daerah asal shahibul qurban dapat dikatakan tepat dan positif.

"Program Tebar Hewan Kurban (THK) yang dipelopori Dompet Dhuafa dari daerah surplus ke daerah minus adalah penting dalam upaya distribusi kurban yang tepat sasaran dan signifikan untuk pemerataan dan peningkatan kesejahteraan mustahik," kata Tri.

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved