Korupsi KTP Elektronik

KPK Bidik Korporasi Terkait Kasus e-KTP

"Untuk korporasi kita belum sampai ke sana tapi kita akan ke sana tujuan nantinya," ujar Saut Situmorang

KPK Bidik Korporasi Terkait Kasus e-KTP
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang memberikan tanggapan soal putusan Mahkamah Agung yang membebaskan terdakwa kasus korupsi Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Syafruddin Arsyad Temenggung di gedung KPK, Jakarta, Selasa (9/7/2019). KPK menyatakan akan melakukan upaya hukum biasa maupun luar biasa serta akan terus mengusut dugaan kerugian keuangan negara sebesar Rp4,58 triliun dalam perkara BLBI. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal terus mengembangkan kasus megakorupsi proyek pengadaan e-KTP pascamenetapkan empat tersangka baru.

Salah satu yang jadi bidikannya adalah korporasi.

Baca: KPK Beberkan Peran 4 Tersangka Baru Kasus Korupsi e-KTP

Bidikan lembaga antirasuah, sebut Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, tinggal menunggu waktu.

Salah satu tujuan pengusutan kasus ini, ucap dia, mengarah ke sana.

"Untuk korporasi kita belum sampai ke sana tapi kita akan ke sana tujuan nantinya," ujar Saut Situmorang di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Dalam kasus ini, terdapat konsorsium Perusahaan Umum Percetakan Negara Republik Indonesia (Perum PNRI) yang ditunjuk untuk mengerjakan proyek pengadaan e-KTP.

Konsorsium itu terdiri dari Perum PNRI, PT Superintending Company of Indonesia (Sucofindo Persero), PT LEN Industri (Persero), PT Quadra Solution, dan PT Sandipala Arthaputra.

Konsorsium ini menerima pembayaran atas pengerjaan proyek e-KTP sebesar Rp4,92 triliun.

Padahal, Harga wajar atau harga riil pelaksanaan proyek e-KTP 2011-2012 sejumlah sekitar Rp2,6 triliun.

Halaman
12
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved