KPK Dalami Aliran Uang Suap ke Bekas Dirut Garuda Indonesia dan Pendiri MRA Grup

Dalam kasus ini, KPK menetapkan mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan penyuapnya, Soetikno Soedarjo tersangka tindak pidana pen

KPK Dalami Aliran Uang Suap ke Bekas Dirut Garuda Indonesia dan Pendiri MRA Grup
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar menggunakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Rabu (7/8/2019). KPK resmi menahan Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan Mantan Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi Soetikno Soedarjo terkait kasus suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesian(Persero) Tbk. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami aliran uang suap yang diterima mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar (ESA) dari pendiri PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo (SS) terkait pembelian mesin dan pesawat di PT Garuda Indonesia.

Dalam menelisik aliran uang tersebut, penyidik KPK memeriksa dua karyawan PT MRA, Widhi Darmawan dan Tita Wahyuni.

Kemudian Amanda Pradita, karyawan PT Dimitri Utama Abadi dan pensiunan PT Dimitri Abadi, Zulhalda, serta seorang karyawan swasta, Dahlia Ambarwati.

"Hari ini penyidik memeriksa lima orang saksi untuk tersangka SS. Penyidik mengkonfirmasi pengetahuan para saksi terkait kemana saja aliran uang yang diterima oleh tersangka ESA," ujar Plh Kabiro Humas KPK Chrystelina GS di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (12/8/2019).

Baca: Viral Video Detik-detik Penyelamatan Nyawa Anak Kucing oleh Pemadam Kebakaran

Baca: Download Lagu Senorita Camilla Cabelo & Shawn Mendes, Lirik & Chord Gitar, Unduh Di Sini Lengkap

Dalam kasus ini, KPK menetapkan mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan penyuapnya, Soetikno Soedarjo tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Penetapan ini merupakan pengembangan kasus suap pengadaan mesin dan pesawat di PT Garuda Indonesia.

KPK menduga uang suap yang diberikan Soetikno kepada Emirsyah dan mantan Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada PT Garuda Indonesia Hadinoto Soedigno tidak hanya berasal dari perusahaan Rolls-Royce, tetapi juga berasal dari pihak pabrikan lain yang mendapatkan proyek di PT Garuda Indonesia.

Untuk program peremajaan pesawat, Emirsyah melakukan beberapa kontrak pembelian dengan empat pabrikan pesawat pada 2008 hingga 2013 dengan nilai miliaran dolar Amerika Serikat.

Yakni kontrak pembelian mesin Trent seri 700 dan perawatan mesin (Total Care Program) dengan perusahaan Rolls-Royce, kemudian kontrak pembelian pesawat Airbus A330 dan Airbus A320 dengan perusahaan Airbus S.A.S.

Halaman
12
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved