UPDATE Kasus Kematian Paskibraka Aurel: Begini Penjelasan Polisi

Polisi menyatakan belum temukan tanda kekerasan yang diterima Aurellia Qurantu Aini alias Aurel (16) selama jalani pelatihan paskibraka.

UPDATE Kasus Kematian Paskibraka Aurel: Begini Penjelasan Polisi
Warta Kota/Andika Panduwinata
Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany memberi keterangan seputar tewasnya anggota Paskibraka Tangsel Aurellia Quratu Aini 

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG SELATAN - Polisi menyatakan belum temukan tanda kekerasan yang diterima Aurellia Qurantu Aini alias Aurel (16) selama jalani pelatihan paskibraka.

Diketahui, Aurel merupakan calon Paskibraka (Capaska) dari SMA Islam Al-Azhar BSD Serpong yang meninggal pada masa pelatihan.

"Dari hasil penyelidikan yang kami lakukan, keterangan sudah kita rangkaikan semua. Kita belum menemukan adanya aksi penganiayaan atau tindakan kekerasan yang dialami oleh almarhum," kata Kapolres Tangerang Selatan (Tangsel), AKBP Ferdy Irawan.

Keterangan orang tua Aurel yang pernah diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, mengatakan bahwa selama pelatihan, Aurel pernah mengalami kontak fisik seperti tamparan dan cubitan.

Terlebih, Aurel juga disebut pernah disuruh makan jeruk beserta kulitnya saat pelatihan.

Namun Ferdy menjelaskan, pihaknya tidak mendengar keterangan itu saat melakukan penyelidikan.

Ia memaparkan, para Capaska hanya diberikan materi pelatihan fisik seperti push up, lari dan squat jump.

"Tindakan untuk meningkatkan disiplin itu dilakukan oleh pelatih dari PPI, dalam rangka meningkatkan ketahanan fisik. Seperti melaksanakan lari, push up, dan pembinaan fisik lainnya, seperti push up, lari, kemudian, ada juga beberapa yang diperintahkan untuk squat jump," paparnya.

 PPSU Ancol Kesal Warga Buang Jeroan Hewan Kurban ke Kali: Bikin Rusak Kampung Gua, Bau Banget

 Demi Tingkatkan Kapasitas Lulusan SMK, British Council & HSBC Gelar Program Career Day

Ferdy kembali menegaskan, pemberitaan yang beredar selama ini yang disebutnya seolah-olah menyebut penyebab kematian Aurel karena kekerasan, tidak sesuai dengan hasil penyelidikannya.

"Artinya, belum kita temukan adanya keterangan dari saksi-saksi yang menyatakan adanya tindakan penganiayaan terhadap siswi atau almarhun ini," jelasnya.

Halaman
1234
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved