Usai ‎Disindir Sri Mulyani Soal Kualitas Pendidikan Rendah, Ini Kata Mendikbud

Menteri Keuangan Sri Mulyani beberapa kali menyindir kualitas pendidikan yang masih rendah.

Usai ‎Disindir Sri Mulyani Soal Kualitas Pendidikan Rendah, Ini Kata Mendikbud
(Kompas.com / Dani Prabowo)
Mendikbud Muhadjir Effendy 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani beberapa kali menyindir kualitas pendidikan yang masih rendah.

Padahal disisi lain, anggaran sektor pendidikan sudah tinggi jika dibandingkan dengan sektor lainnya.

Sri Mulyani merasa dengan anggaran pendidikan yang begitu besar, tetap belum mampu meningkatkan kualitas pendidikan. Terlebih lagi, pengetahuan dan keahlian sumber daya manusia di Indonesia masih sangat rendah.

Merespon hal tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy ‎mengakui sudah dua kali bertemu dengan Kementerian Keuangan membahas soal anggaran.

"Iya sudah dua kali kami bertemu dengan Kementerian Keuangan, dipimpin langsung Menteri Keuangan. Saya mendampingi untuk merapikan struktur anggaran pendidikan, agar betul-betul tepat sasaran dan tidak salah guna. Artinya tidak salah pemanfaatannya. Mudah-mudahan tahun depan sudah dirapihkan," ucap Muhadjir, Rabu (14/8/2019) ‎di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta.

Baca: Kinerja Disorot, Menteri Sri Mulyani Naikkan Tunjangan Direksi BPJS

Mengenai penyebabnya, Muhadjir enggan menjelaskan gamblang. Dia mengaku penyebab anggaran yang belum tepat sasaran itu sudah dikomunikasikan pada Menteri Keuangan.

"Banyak (penyebabnya) makanya ini sedang kita bicarakan dengan Menteri Keuangan," tambah dia.

Untuk diketahui sebelumnya Menteri Sri Mulyani menyatakan bakal mengevaluasi anggaran pendidikan dengan Menteri Muhadjir karena anggaran pendidikan besar tetap belum mampu meningkatkan kualitas SDM.

Dalam 10 tahun terakhir, anggaran pendidikan mengalami peningkatan mencapai 221 persen dari tahun 2009 sebesar Rp 153 triliun menjadi Rp 492,5 triliun di tahun 2019.

Salah satu evaluasi yang bakal dilakukan yakni fokus peningkatan kualitas SDM pada lima tahun ke depan di periode kedua Presiden Jokowi.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved