HUT Kemerdekaan RI

Memadukan Budaya Bali Mengantarkan Manda Lolos Sebagai Paskibraka Nasional

I Dewa Agung Ayu Alamanda Diastari (16) atau akrab dipanggil Manda menceritakan perjalanannya hingga berhasil lolos seleksi tingkat nasional.

Memadukan Budaya Bali Mengantarkan Manda Lolos Sebagai Paskibraka Nasional
ISTIMEWA
I Dewa Agung Ayu Alamanda Diastari yang kerap disapa Manda 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-I Dewa Agung Ayu Alamanda Diastari (16) atau akrab dipanggil Manda menceritakan perjalanannya hingga berhasil lolos seleksi tingkat nasional. Siswi kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Bangli ini mengaku mengikuti semua tahapan seleksi dari tingkat sekolah, kabupaten hingga berhasil ke tingkat nasional.

Baca: Peringati HUT ke-74 Kemerdekaan RI, Sederet Promo Ini Tak Boleh Dilewatkan: Diskon Capai 50 Persen!

Ia adalah salah satu gadis Bali yang beruntung, terpilih menjadi anggota Paskibraka tingkat nasional tahun ini.
Seleksi tahap pertama yakni fisik, pelatihan baris-berbaris dan psikotes. Khusus di Bali, kata Manda, ada tes kesenian yang harus dilakukan oleh peserta. Mulai dari tari dan bernyanyi.

Baca: Sanggra Belajar Tari Bali Demi Lolos Paskibraka

Untuk lolos ketahap nasional, perempuan yang bercita-cita masuk Akademi Kepolisian (Akpol) ini pun mempersiapkan fisik persiapan dari pola hidup.

Menari juga memerlukan fisik yang tangguh. Selain itu, dia bertanggung jawab untuk melestarikan kebudayaan Bali. "Harus unsur budaya sebagai satu dari sekian syarat lolos," tutur Manda kepada Tribun Network.

"Target saya memang ke nasional karena kabupaten saya sudah 10 tahun vakum dan tidak mengirimkan Paskibra ke nasional. Berusaha memecahkan telur," ujar Manda.

Baca: Kepastian Pengumuman Lokasi Ibu Kota, Kepala Bappenas: Tunggu Pidato Presiden

Begitu mengetahui diri Manda terpilih sebagai anggota Paskibraka, orangtuanya merasa sangat bangga. Sang ayah, I Dewa Agung Anom Sandiarta, menurut Manda telah memiliki firasat putrinya akan lolos seleksi.

"Dia berdoa sebaik mungkin buat Manda, tetap rendah hati biar tidak sombong kepada orang lain. Pesan khusus orangtua ke Manda itu tetap rendah hati, tetap berdoa karena tanpa usaha dan doa semuanya akan sia-sia," ungkapnya.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved