Reaksi Akbar Tandjung Tanggapi Sentilan Jokowi soal Anggota DPR Sering Studi Banding

"Ya itu saya pikir patut menjadi perhatian, supaya para anggota dewan kita ke depan ini (lebih baik)," ujar Akbar Tandjung

Reaksi Akbar Tandjung Tanggapi Sentilan Jokowi soal Anggota DPR Sering Studi Banding
Tribunnews.com/Taufik Ismail
Akbar Tandjung di Kantor DPP Golkar, Jalan Angrek Neli Murni, Jakarta, Minggu, (11/8/2019) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Ketua DPR RI Akbar Tandjung menanggapi positif pidato kenegaraan yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Sidang Tahunan MPR yang digelar di Ruang Rapat Paripurna I, Kompleks Parlemen MPR/DPR, Jakarta Pusat, Jumat (16/8/2019).

Ia menyaksikan secara langsung pidato yang disampaikan Jokowi, termasuk saat Jokowi melontarkan 'sentilan' terhadap para pejabat negara yang sering melakukan Studi Banding namun minim implementasi.

Menurutnya, pernyataan tersebut patut menjadi perhatian agar para anggota dewan meminimalisir studi banding, jika memang tidak terlalu diperlukan.

"Ya itu saya pikir patut menjadi perhatian, supaya para anggota dewan kita ke depan ini (lebih baik)," ujar Akbar, saat ditemui di area luar ruang rapat.

Baca: Reaksi Prasetyo soal Jaksa Agung Non Parpol: Kenapa Baru Sekarang, Mengaku Jarang Ditegur Jokowi

Baca: Komposisi Menteri, PKB: Kita Dukung Total

Ia menegaskan bahwa melalui inovasi teknologi, dunia sudah dalam genggaman, informasi apapun bisa diperoleh hanya melalui digital.

"Dunia ini kan satu, dengan didukung inovasi (informasi bisa didapatkan)," jelas Akbar.

Bahkan dirinya sepakat dengan pernyataan Jokowi bahwa melalui dunia digital, perkembangan dan kemajuan negara lainnya bisa diperoleh secara mudah.

Sehingga studi banding dianggap tidak terlalu diperlukan untuk sekadar melakukan tinjauan atau kajian terhadap kemajuan suatu kota atau negara.

"Oleh karena itulah kalau memang kita bisa mengetahui tentang perkembangan-perkembangan di berbagai dunia (melalui digital), dengan tidak usah secara fisik kita datang ke situ kan lebih baik begitu," kata Akbar.

Baca: Isi Lengkap Pidato APBN 2020 Presiden Jokowi

Baca: Adian Napitupulu Sebut Anies Baswedan Tidak Konsisten dalam Kata-katanya

Perlu diketahui, hal yang selama ini menjadi fokus pembicaraan adalah banyaknya anggaran yang dialokasikan untuk program studi banding.

Politisi senior partai Golkar tersebut pun menekankan bahwa anggaran untuk studi banding sebenarnya bisa dialihkan untuk sektor lainnya yang lebih penting.

"Dengan demikian juga anggaran kita pun bisa kita hemat dan diarahkan ke bidang-bidang yang dianggap urgensinya tinggi," pungkas Akbar.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved