Jusuf Kalla: Semakin banyak Paper Pancasila Semakin Bingung Orang

"Kalau dihayati berarti harus dipahami dan tentunya harus sederhana. Karena kita tak paham kalau tak sederhana," kata Jusuf Kalla

Jusuf Kalla: Semakin banyak Paper Pancasila Semakin Bingung Orang
Tribunnews.com/Rina Ayu
Wakil Presiden Jusuf Kalla yang ditemui di kantor Wapres RI, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (6/8/2019) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan Pancasila sebagai dasar negara harus dilaksanakan secara bersama-sama.

Agar bisa dilaksanakan, maka Pancasila harus dihayati.

Baca: Tentang Wacana NKRI Bersyariah, Panglima Front Pembela Rakyat Anggap Pancasila Anugerah Luar Biasa

"Kalau dihayati berarti harus dipahami dan tentunya harus sederhana. Karena kita tak paham kalau tak sederhana," kata Jusuf Kalla saat menghadiri hari Konstitusi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu, (18/8/2019).

Untuk itu menurut Jusuf Kalla, Pancasila harus sedehana dan tegas.

Dalam kongres di Yogyakarta, Jusuf Kalla pernah menyampaikan bahwa bila semakin dibahas, maka Pancasila semakin membingungkan.

"Di konferensi Pancasila di Yogyakarta, saya bilang apa yang bapa bicarakan selama sebelas tahun, makin dibahas Pancasila itu makin bingung kita. Karena ini (harusnya) dihayati. Makin banyak papernya, makin bingung orang," katanya.

Baca: Jusuf Kalla: Draf Konstitusi Dibuat 10 hari, sementara Pasal di DPR Berbulan-bulan 

Oleh karenanya menurut Jusuf Kalla, Pancasila tidak perlu banyak diseminarkan, melainkan cukup dijelaskan saja makna setiap silanya.

"Jadi seperti itulah harapan kita. Saya tak berbicara panjang, walaupun terakhir juga berdiri di sini. Tapi saya ini hanya mengharapkan bahwa kita memaknakan sesuai apa adanya. Kita bicara bagaimana mencapai tujuan yang baik, karena sekali lagi konstitusi, Pancasila, Bung Karno merumuskannya bukan untuk diseminarkan, tapi untuk dilaksanakan. Saya kira itu," tutur Jusuf Kalla.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved