BPIP Sasar Anak Muda dan Emak-emak untuk Bumikan Lagi Pancasila

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) akan sasar kaum muda dan emak-emak untuk bumikan kembali nilai-nilai Pancasila. Direktur Sosialisasi, Komun

BPIP Sasar Anak Muda dan Emak-emak untuk Bumikan Lagi Pancasila
Ist
Toeti Heraty (kiri) berbincang dengan Slamet Rahardjo (kanan) sebelum penerimaan penghargaan Prestasi Pancasila kategori Seni Budaya di Concert Hall De Tjolomadoe, Karanganyar pada Senin (19/8/2019) kemarin. 

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) akan sasar kaum muda dan emak-emak untuk bumikan kembali nilai-nilai Pancasila.

Direktur Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan BPIP, Aris Heru Utomo mengatakan kami sudah mulai berkoordinasi dengan sejumlah kementerian, dan kelompok masyarakat.

"Kita sudah mulai melakukan koordinasi, pembinaan, dan supervisi nilai-nilai Pancasila ke seluruh elemen masyarakat, baik pemerintahan maupun non-pemerintahan," ujar Aris saat Konser Apresiasi Prestasi Pancasila di Solo, Senin(19/8/2019).

Harapannya lanjut Aris adalah kesamaan gerak, dan kesamaan kebijkan dalam upaya membumikan kembali nilai nilai Pancasila dalam masyarakat. 

"Sehingga masyarakat paham dan kembali mengenal ideologi Pancasila sebagai ideologi terbaik yang digali langsung dari masyarakat," kata Aris.

Lebih jauh Aris mengatakan karena digali langsung dari masyarakat, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila adalah nilai-nilai alami yang ada di masyarakat.

Nilai-nilai inilah yang patut dijadikan dasar untuk menjaga keutuhan bangsa. 

Saat ditanya terkait sasaran awal pembinaan, Aris mengatakan kaum muda menjadi sasaran terdekat.

"Sasaran ini didasari kondisk generasi muda yang sejak reformasi tahun 1998 tidak lagi mendapat pemahaman atau pengetahuan tentang Pancasila. Sehingga, mereka kurang paham mengenai nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, falsafah negara dan ideologi," kata Aris. 

Lebih lanjut, Aris mengatakan BPIP tidak hanya menyasar kaum muda saja, tetapi juga kaum ibu-ibu rumah tangga atau kaum emak-emak.

"Tidak bisa dilupakan adalah kaum perempuan, khususnya ibu-ibu rumah tangga. Merekalah faktor kunci mendidik anak-anak sejak usia dini. Jika ibu-ibu tidak memahami Pancasila, tidak bisa diharapkan memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila," ujar Aris.

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved