Ungkap Kasus Mafia Properti dan Calo CPNS, Polda Metro Terima Penghargaan dari Menpan RB

Menpan RB memberikan penghargaan kepada Polda Metro Jaya atas prestasinya dalam pengungkapan kasus penipuan pengadaan CPNS dan mafia properti

Ungkap Kasus Mafia Properti dan Calo CPNS, Polda Metro Terima Penghargaan dari Menpan RB
Istimewa
Menteri PANRB, Syafruddin 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pedayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Syafruddin memberikan penghargaan kepada Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya atas prestasinya dalam pengungkapan kasus penipuan pengadaan CPNS dan mafia properti dengan omset miliaran rupiah.

"Selamat kepada Polri atas prestasi yang diraih dalam pengungkapan dua kasus yang menjadi atensi publik dan berhubungan dengan reformasi birokrasi," ujar Menteri Syafruddin dalam acara Penghargaan Anggota Polri Berprestasi serta Peluncuran Anugerah ASN 2019, di Kantor Kementerian PANRB, Selasa (20/8/2019).

Menurutnya, pengungkapan dua kasus tersebut merupakan bentuk nyata institusi kepolisian dalam mendorong dan mengawal perjalanan reformasi birokrasi di Indonesia.

Baca: RUU Pertanahan Harus Dibahas Mendalam dan Jangan Terburu-buru

Baca: Hingga Bulan Agustus 2019, PP Telah Catat Kontrak Baru Senilai Rp 23 Triliun

Baca: Maybank Indonesia Siap Selenggarakan Maybank Marathon 2019

Baca: Kader PKB asal Papua Teriakkan Ini Saat Jokowi Tinggalkan Arena Muktamar

Kasus penipuan pengadaan CPNS yang telah berlangsung dari tahun 2011 hingga 2018 telah merusak fokus kinerja pemerintah membangun Sumber Daya Manusia (SDM) ASN melalui program pembangunan Smart ASN sebagai pilar penyangga masa depan bangsa.

"Kita ingin memiliki bibit ASN terpilih dan yang terbaik, bukan yang dititip atau lulus tanpa kemampuan," katanya.

Pemerintah menginginkan rekrutmen yang baik, profesional, bersih dan tidak ada calo.

"Jangan ada yang bermain dengan proses rekrutmen CPNS. Jangan ada yang bermain dengan semua hal yang menghambat birokrasi, yang membuat birokrasi lamban, berbelit dan tidak responsif harus dikikis habis," tegas Syafruddin.

Bahkan untuk mendorong penguatan kapasitas ASN Nasional, Kementerian PANRB menginisiasi kerjasama dengan beberapa universitas ternama internasional.

Sebab ke depan kinerja ASN harus bertumpu pada universitas sebagai pilar keilmuan dan membudayakan riset dalam pola kerja.

Sedangkan kasus mafia properti sangat mengganggu pelayanan pemerintah pada sektor properti dan agraria.

"Adanya mafia properti ini dapat mengacaukan pertumbuhan investasi karena akses pelayanan jasa keuangan menjadi sulit dan tumpang tindih," ungkap mantan Wakapolri ini.

Sementara itu Kapolda Metro Jaya dalam sambutannya yang dibacakan Wakapolda Metro Jaya Brigjend Wahyu Hadiningrat mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan Menteri PANRB terkait pengungkapan kasus mafia properti dan penipuan pengadaan CPNS.

Menurut Kapolda Metro Jaya, memiliki peran besar dalam mewujudkan reformasi birokrasi di Indonesia.

Hadir dalam acara ini, Sesmen Kementerian PANRB Dwi Wahyu Atmaji, Sekjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sekjen Kementerian Agraria dan Tata Ruang, seluruh Deputi Kementerian PANRB.

Selain itu hadir pula seluruh pejabat utama di lingkungan Polda Metro Jaya.

Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved