Korupsi KTP Elektronik

Politikus PAN Teguh Juwarno Mangkir dari Panggilan KPK Terkait Korupsi E-KTP

Anggota DPR Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Teguh Juwarno mangkir dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Politikus PAN Teguh Juwarno Mangkir dari Panggilan KPK Terkait Korupsi E-KTP
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Teguh Juwarno. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota DPR Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Teguh Juwarno mangkir dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sedianya ia akan diperiksa terkait kasus korupsi pengadaan e-KTP.

Seharusnya Politikus PAN itu akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra Paulus Tannos.

Belum diketahui alasan ketidakhadiran Teguh.

"Belum ada informasi ketidakhadirannya," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada pewarta, Rabu (21/8/2019).

Selain Teguh, penyidik KPK juga sedianya memanggil Komisaris Utama PT BPR Kencana Junaidi.

Namun, yang bersangkutan tidak menghadiri pemanggilan lembaga antirasuah.

Baca: Promo KFC Harga Spesial Berlangsung hingga Besok, 5 Potong Ayam Hanya Rp 49 Ribuan

Baca: Kata Marcus/Kevin Setelah Tersingkir dari Kejuaraan Dunia 2019

Baca: Resmi Rilis di Indonesia, Intip Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy Note 10 dan Galaxy Note 10 Plus

KPK telah mengumumkan tiga tersangka baru dalam kasus e-KTP, yakni Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra Paulus Tannos (PLS), Anggota DPR RI 2014-2019 Miriam S Hariyani (MSH), eks Dirut Perum Percetakan Negara RI (PNRI) dan Ketua Konsorsium PNRI Isnu Edhi Wijaya (ISE), serta Ketua Tim Teknis Teknologi Informasi Penerapan KTP-E atau PNS Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Husni Fahmi (HSF).

Dalam konstruksi perkara terkait peran Paulus disebutkan bahwa ketika proyek e-KTP dimulai pada 2011, tersangka Paulus diduga telah melakukan beberapa pertemuan dengan pihak-pihak vendor dan tersangka Husni dan Isnu di sebuah ruko di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan.

Halaman
1234
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved