Kasus Makar

Empat Hakim PN Jakarta Selatan Ladeni Empat Gugatan Praperadilan Kivlan Zen Bergiliran

Keempat hakim tersebut memutuskan untuk tetap menganggap pihak termohon tidak hadir dan membuka sidang.

Empat Hakim PN Jakarta Selatan Ladeni Empat Gugatan Praperadilan Kivlan Zen Bergiliran
Gita Irawan/Tribunnews.com
Suasana sidang perdana empat permohonan gugatan praperadilan tersangka kasus kepemilikan senjata api ilegal Mayjen TNI Purn Kivlan Zen pada Jumat (23/8/2019) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar sidang perdana empat permohonan gugatan praperadilan tersangka kasus kepemilikan senjata api ilegal Mayjen TNI Purn Kivlan Zen pada Jumat (23/8/2019).

Sidang tersebut dihadiri oleh empat kuasa hukum Kivlan selaku pihak pemohon tanpa dihadiri oleh kuasa hukum Dirreskrimum Polda Metro Jaya selaku pihak termohon.

Meski begitu sidang tetap dibuka oleh keempat hakim karena pada waktu yang ditentukan sesuai relas panggilan yakni Jumat (23/8/2019) pukul 11.00 WIB pihak termohon belum hadir.

Keempat hakim tersebut memutuskan untuk tetap menganggap pihak termohon tidak hadir dan membuka sidang.

Baca: Soal Kerusuhan Papua, Jokowi Unggah Foto, Sebut Sudah Minta Maaf dan Undang Tokoh ke Istana

Sidang tersebut dilangsungkan secara bergiliran di satu ruang yang sama dengan empat hakim yang berbeda.

Empat hakim yang meladeni permohonan praperadilan tersebut secara berturut-turut yakni Djoko Indiarto, Ratmoho, Krisnugroho, dan Dedy Hermawan.

Hakim tunggal praperadilan Djoko menjelaskan, untuk sidang selanjutnya jika para termohon hadir maka sidang akan digelar secara bersamaan dalam empat ruang berbeda di waktu yang sama atau secara simultan.

Ia pun sempat menanyakan jumlah anggota tim kuasa hukum dari Kivlan yang kemudian diketahui ada 13 orang dari Badan Pembinaan Hukum Mabes TNI dan empat orang dari sipil.

Baca: Ardi Bakrie Kaget Dengar Keinginan Putra Nia Ramadhani Mancing Ikan Pakai Alat Tak Biasa: Bisa?

Setelah menilai cukup, Djoko menjelaskan jika nantinya pihak pemohon atau termohon akan menghadirkan saksi maka saksi juga akan diperiksa secara bergantian di ruang sidang yang berbeda.

"Kalau nanti kita sidang simultan, bareng. Jadi di ruang dua, tiga, empat, lima bareng. Itu ada personelnya berarti ya. Kalau saksinya sama, misalnya saksinya empat, nanti simultan juga, bergantian di setiap ruang sidang," kata Djoko di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Jumat (23/8/2019).

Halaman
123
Penulis: Gita Irawan
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved