Kisah Pertempuran Sengit Marinir Vs Kombatan Timor Timur 1983, Maju Terus Pantang Mundur

Sebagai salah satu Komando Utama TNI AL , Korps Marinir bertugas melakukan pendaratan amphibi, menciptakan Beachhead untuk merebut pantai yang diserbu

Kisah Pertempuran Sengit Marinir Vs Kombatan Timor Timur 1983, Maju Terus Pantang Mundur
Dinas Penerangan Angkatan Laut
TNI Angkatan Laut melaksanakan Operasi Pendaratan Amfibi dengan mendaratkan pasukan pendarat Korps Marinir yang diangkut oleh KRI Makassar-590 dan KRI Teluk Banten- 516. 

TRIBUNNEWS.COM - Sebagai negara kepulauan, Indonesia memang wajib mempunyai Korps Marinir TNI AL.

Sebagai salah satu Komando Utama TNI AL , Korps Marinir bertugas melakukan pendaratan amphibi, menciptakan Beachhead untuk merebut pantai yang diserbu sebagai pintu masuk pasukan yang lebih besar nantinya.

Namun tak bisa dipungkiri, jika diperlukan Marinir bisa melakukan Strike sejauh mungkin ke jantung pertahanan musuh apabila ada momen yang tepat.

Mengutip dari yoniflinud501.com dan divif2kostrad.com, Jumat (23/8/2019) Tahun 1983 bulan Maret, pasukan dari Batayon Infanteri Lintas Udara (Yonif Linud) 501 berangkat dari markasnya menuju Baucau, Timor-Timur menggunakan pesawat Hercules.

Yonif Linud 501 dipimpin oleh Letkol Inf Sujana.

Misi mereka ialah mengadakan kontak damai dengan para milis kemerdekaan Timtim.

Satu tahun penugasan Yonif Linud 501 di Timtim, pada 9 Maret 1984 Wakil Komandan Batalyon Mayor Inf Wibisono memerintahkan Serda Trilis untuk menjemput dan mengawal Pangab L.B. Moerdani dalam rangka kunjungan orang nomor satu di TNI itu di Timtim.

Serda Tilis beserta 8 personel Yonif Linud 501 bergerak menuju distrik Viqueque menggunakan 4 kendaraan Land Rover untuk menjemput L.B.Moerdani.

Jangan bayangkan perjalanan tersebut akan melewati jalan-jalan mulus.

Baca Selengkapnya

Penulis: Grid Network
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved