Rusuh di Papua

Polri Sebut Tidak Ada Pimpinan atau Koordinator Lapangan dalam Kerusuhan di Timika

Mabes Polri mengatakan tidak ada pimpinan atau koordinator lapangan (korlap) dalam aksi kerusuhan dan pengerusakan di wilayah Timika, Papua.

Polri Sebut Tidak Ada Pimpinan atau Koordinator Lapangan dalam Kerusuhan di Timika
Vincentius Jyestha/Tribunnews.com
Asep Adi Saputra 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mabes Polri mengatakan tidak ada pimpinan atau koordinator lapangan (korlap) dalam aksi kerusuhan dan pengerusakan di wilayah Timika, Papua, Rabu (21/8/2019).

"Awalnya pihak kepolisian ingin mengidentifikasi, apakah kelompok ini mempunyai pimpinan atau tidak, ternyata dalam perkembangannya tidak ada pimpinannya," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (23/8/2019).

Ia menjelaskan saat diimbau dan dilakukan pembubaran terhadap massa, ternyata ada perlawanan sehingga berkembang menjadi aksi perusakan.

Baca: Dibanding-bandingkan dengan Nama Agnez Mo soal Go International, Cinta Laura Beri Sindiran Menohok

Baca: Perjalanan Cinta Aceng Fikri yang Penuh Kontroversi, 2 Kali Cerai Lewat SMS, Ini Deretan Mantannya

Baca: Pihak Sajad Ukra Klaim Tak Pernah Berhenti Nafkahi Nikita Mirzani Sejak Anak Mereka Lahir

Baca: Penyelamatan Penumpang KM Santika Nusantara oleh Nelayan Masalembu, Basarnas Belum Ada di Lokasi

Dari situ, pihak kepolisian mengamankan 34 orang di lokasi, yang kemudian 10 diantaranya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

"Setelah dihimbau oleh petugas ternyata tidak diindahkan dan mereka melakukan perlawanan. Disitulah kemudian dilakukan penangkapan terhadap 34 orang itu yang akhirnya, sepuluh orang ini ditetapkan sebagai tersangka," ucapnya.

Mantan Kapolres Bekasi Kota itu juga menuturkan masih mendalami motif dari aksi pengerusakan yang dilakukan oleh kelompok ini.

"Masih didalami, tetapi yang jelas perbuatan mereka adalah melakukan pengerusakan terhadap rumah dan juga fasilitas umum lainnya. Dan motif dari (kasus) ini masih terus dilakukan penyelidikan," katanya.

Diketahui, pada awalnya, polisi mengamankan 45 orang pengunjuk rasa.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan, hanya 34 orang yang diproses hukum lebih lanjut.

Massa berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Mimika, Kota Timika, Rabu (21/8/2019). Unjuk rasa tersebut digelar terkait peristiwa yang terjadi di Surabaya dan Malang, Jawa Timur. TRIBUNNEWS/HO/B AMBARIT
Massa berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Mimika, Kota Timika, Rabu (21/8/2019). Unjuk rasa tersebut digelar terkait peristiwa yang terjadi di Surabaya dan Malang, Jawa Timur. TRIBUNNEWS/HO/B AMBARIT (TRIBUN/HO/B AMBARIT)
Halaman
123
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved