3 Penumpang Tewas, Penyelidikan Kebakaran KM Santika Nusantara Diminta Dibuka ke Publik

Hasil penyelidikan kebakaran KM Santika Nusantara yang tewaskan tiga penumpangnya akhirnya dirilis.

3 Penumpang Tewas, Penyelidikan Kebakaran KM Santika Nusantara Diminta Dibuka ke Publik
Tribunjatim.com/Luhur Pambudi
Jenazah Bekti, saat dibawa ke ambulance, satu di antara korban tewas akibat insiden KM Santika Nusantara yang terbakar di perairan Pulau Masalembu. Bekti merupakan anak buah kapal yang bertugas sebagai Mualim I. TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI 

TRIBUNNEWS.COM - Hasil penyelidikan kebakaran KM Santika Nusantara yang tewaskan tiga penumpangnya akhirnya dirilis.

Dugaan kuat KM Santika Nusantara mengalami kelebihan penumpang.

Komisi V DPR RI, prihatin dan menyesalkan terjadinya musibah terbakarnya KM Santika Nusantara di perairan Pulau Masalembu, pada Kamis (22/8/2019) Sekitar pukul 20.45 WIB.

Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis, mengatakan, pihaknya mendesak KNKT dan kepolisian menyelidiki dan menemukan sebab terbakarnya kapal.

Ia juga minta agar penyebab kebakaran disampaikan ke publik sesuai peraturan perundang-undangan.

"Komisi V DPR RI menyayangkan lemahnya pengawasan pemerintah terhadap penyelenggaraan angkutan laut khususnya terhadap pemeriksaan barang khusus dan barang berbahaya.

 Kronologi Oknum Polwan Beri Miras ke Mahasiswa Papua di Bandung, Dinonaktifkan dari Jabatan

 Jadwal Puasa Asyura, Amalan Sunnah Tahun Baru Islam Bulan Muharram 1441 H, Hapus Dosa Setahun Lalu

 Diminta Aura Kasih Datang Minta Maaf dengan Ajak Anak & Istri, Yan Widjaya Tak Mampu Penuhi Syarat

 Ibu Kota Bakal Pindah ke Kalimantan, 4 Negara Ini Juga Pernah Melakukan Pemindahan Ibu Kota

Serta masih adanya data manifest penumpang yang simpang siur," ujar Fary kepada Kompas.com, Minggu (25/8/2019).

Fary mengatakan, selain peningkatan pengawasan diperlukan pula peningkatan pelayanan dengan penerapan x-ray scanning bagi kendaraan.

Diperlukan juga pemberlakuan sistem pembelian dan aplikasi tiket secara online, serta penggunaan sistem check in dan boarding seperti di penerbangan dan kereta api.

Komisi V DPR RI juga mendesak agar dilakukan evaluasi yang mendalam terhadap dugaan berulangnya kejadian yang terjadi.

HALAMAN 2 >>>>>>>>>>>>>

Editor: Salma Fenty Irlanda
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved