Rusuh di Papua

Suhendra Yakin Papua Tetap dalam Bingkai NKRI

Suhendra Hadikuntono yakin bahwa Papua tetap dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Suhendra Yakin Papua Tetap dalam Bingkai NKRI
Tribunnews.com
Suhendra Hadikuntono. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menyanggah kekhawatiran tokoh nasional Amien Rais, seorang pengamat intelijen dan pendiri Hadiekuntono's Institute, Suhendra Hadikuntono yakin bahwa Papua tetap dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kekhawatiran Pak Amien menurut saya terlalu berlebihan, meskipun pemerintah memang harus mewaspadai kemungkinan tersebut," kata Suhendra di Jakarta, Minggu (25/8/2019).

Keyakinan Suhendra dilandasi bahwa saat ini posisi tawar Indonesia di kancah internasional sudah cukup kuat.

Posisi diplomasi Indonesia saat ini sangat diperhitungkan. Apalagi menurut Suhendra Indonesia masih merupakan anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Konstelasi geo politik internasional saat ini tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Amerika Serikat dan bahkan Rusia sangat mengharapkan stabilitas politik dan keamanan di kawasan Asia Tenggara. Indonesia masih dipandang sebagai stabilisator di kawasan Asia Tenggara. Jadi hampir semua negara besar di dunia tidak menginginkan terjadinya gejolak politik yang disintegratif di kawasan Asia Tenggara," jelas Suhendra.

Baca: Amien Rais: Hati-hati Pak Jokowi, yang Lain Bisa Ditunda Tapi Tolong Papua Jangan Sampai Terlambat

Menurut Suhendra, keanggotaan Indonesia di G-20 dan atensi besar administrasi pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk Papua, sangat mendapat apresiasi dan dukungan dari dunia Internasional.

Ini menyebabkan kampanye separatis yang dilakukan oleh kelompok tertentu yang dimotori Benny Wenda dan kawan-kawan tidak mendapat dukungan dari Uni Eropa dan negara-negara besar lainnya.

"Bahkan pertemuan negara-negara Melanesia gagal mengagendakan pembicaraan tentang referendum kebebasan Papua. Karena negara-negara sahabat Indonesia di Pasifik seperti Australia dan New Zealand tidak menginginkan terjadinya instabilitas di kawasan Papua, karena akan berdampak pada keamanan dalam negeri mereka," paparnya.

Namun Suhendra tetap memberikan saran kepada Pemerintah RI agar berhati-hati mengatasi gejolak yang terjadi di Papua.

Suhendra berpendapat pendekatan persuasif akan jauh lebih efektif dibandingkan pendekatan represif.

"Presiden Jokowi sudah mendapatkan simpati di hati masyarakat Papua. Jadi saya sarankan kepada pemerintah, khususnya TNI dan Polri agar super hati-hati mengatasi gejolak di Papua saat ini. Papua harus didekati dengan hati dan cinta, bukan dengan senjata," tandas Suhendra.

Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved