BPIP Sebut Mengubah Pola Pikir Mantan Teroris Tidak Bisa Instan

Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Lia Kian menyebut mustahil mengobati para pembelot Pancasila secara instan.

BPIP Sebut Mengubah Pola Pikir Mantan Teroris Tidak Bisa Instan
Tribunnews.com/ Danang Triatmojo
Peserta diskusi yang digagas BPIP bertajuk Sosialisasi Gali Mutiara Pancasila dan Tumbuh Kembangkan Semangat Gotong-Royong bersama Umat Lintas Agama di Kantor Bupati Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Selasa (27/8/2019). 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, TAPANULI UTARA - Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Lia Kian menyebut mustahil mengobati para pembelot Pancasila secara instan.

Mengembalikan para pembelot Pancasila ke jalan yang benar diakuinya sulit, karena paparan paham yang mereka anut.

Pernyataannya bukan tanpa dasar, Lia Kian mengacu pada pengalaman ketika berkunjung ke lembaga permasyarakatan di dua wilayah, Yogyakarta dan Jawa Timur.

Di sana, dia bertemu dengan para penghuni jeruji besi yang sudah mendekam selama 5 hingga 10 tahun tapi masih juga terpapar kesesatan ideologi di luar dasar negara, Pancasila.

"Padahal mereka sudah 5 sampai 10 tahun di penjara," ujar Lia Kian dalam diskusi di Kantor Bupati Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Selasa (28/8/2019).

Baca: ‎Hakim Nawawi: Organisasi KPK Tidak Sehat dan Butuh Obat

Baca: Kakak Pemerkosa 9 Anak di Mojokerto Bongkar Fakta Kasus Adiknya di Kabupaten: Tolong Dicatat Semua

Baca: Lanjutkan Rangkaian Sosialisasi Pancasila di Sumatera Utara, BPIP Sasar Komunitas Adat Parmalim

Kata Lia Kian, para petugas Lapas pun sadar mengobati seseorang yang terpapar ideologi sesat tak bisa secepat membalikkan telapak tangan.

Pelaku terorisme tidak bisa langsung dipaksa untuk mematuhi ideologi Pancasila.

Mereka hanya bisa diobati dengan cara pembinaan.

Pembinaan tersebut tentunya membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Sebab mereka perlu mempelajari tahap demi tahap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, lalu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

"Orang Lapas (petugas) pun pelan-pelan mengubah itu. Jangan (terburu-buru) langsung mengubah mindset mantan teroris. Tapi dibina, dititip," ungkapnya.

Tak berhenti di situ, demi pencegahan dini paham menyimpang dari Pancasila, BPIP mulai menggalakkan pendekatan strategis dari tingkat pendidikan PAUD hingga sekolah tingkat atas.

Mereka bekerja sama dengan Kementerian/Lembaga yang punya relevansi dengan pendidikan formal maupun keagamaan.

"BPIP sudah melakukan pendekatan strategis mulai dari PAUD sampai sekolah tingkat atas, itu sudah melakukan pendekatan strategis sampai tingkat kebudayaan," katanya.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved