Seleksi Pimpinan KPK

KPK Buka Pintu bagi Pansel Capim yang Ingin Dalami Rekam Jejak Para Calon

Kepala Biro Humas KPK Febri Dianysah hal itu dilakukan KPK agar anggota Pansel KPK bisa memperketat seleksi calon-calon yang sedang diuji.

KPK Buka Pintu bagi Pansel Capim yang Ingin Dalami Rekam Jejak Para Calon
Tribunnews.com/ Dennis Destryawan
Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantor KPK, Jakarta Selatan, Senin (29/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka pintu terhadap panitia seleksi calon pimpinan KPK (Pansel Capim KPK) yang ingin mendalami informasi terkait rekam jejak para calon pimpinan yang saat ini tengah menjalani uji publik dan wawancara.

Kepala Biro Humas KPK Febri Dianysah hal itu dilakukan KPK agar anggota Pansel KPK bisa memperketat seleksi calon-calon yang sedang diuji.

"KPK masih membuka diri dan juga menunggu Kalau memang masih ada anggota panitia seleksi yang katakanlah ingin memperdalam beberapa temuan dan bukti-bukti yang ada. Sehingga nanti bisa terlihat di sana dan agar lebih bisa menyaring calon-calon yang sedang berkompetisi dalam proses seleksi ini," kata Febri di Gedung Merah Putih KPK pada Selasa (27/8/2019).

Baca: Menteri ATR Pastikan Tidak Ada Lahan Prabowo yang Dipakai untuk Ibu Kota Baru

Baca: Dibongkar Farhat Abbas Kelakuan Asli Hotman Paris, Sembunyi dan Takut, Ungkap Perkembangan Kasus

Baca: Gelar INAFOR 2019, KLHK Akan Bahas Agenda Ini

Ia juga menegaskan bahwa KPK tidak melihat dari mana calon tersebut berasal, tapi yang terpenting adalah aspek integritasnya.

"Karena yang ingin dijaga adalah institusi KPK dan semangat pemberantasan korupsi nya. Itu yang sebaiknya juga menjadi pemahaman bersama baik KPK panitia seleksi ataupun masyarakat secara umum dan para pengambil kebijakan yang lain," kata Febri.

Febri juga menjelaskan alasan mengapa KPK tidak membuka rekam jejak para calon pimpinan KPK ke publik karena KPK telah menyampaikannya langsung ke Pansel Capim KPK setelah Pansel Capim KPK meminta rekam jejak tersebut.

Selain itu ia juga tidak bisa membuka nama-nama dan rekam jejak tersebut ke publik karena menghormati koridor kepatutan dan hukum yang berlaku.

"KPK tidak bisa membuka nama-nama tersebut, karena kami tentu juga harus menghormati koridor-koridor kepatutan dan hukum yang berlaku. Nama-nama dan informasi yang lebih rinci itu kami sampaikan pada panitia seleksi. Kenapa? Karena Pansel sendiri yang meminta pada KPK dan kemudian KPK membantu dengan informasi yang dimiliki oleh KPK informasi yang sudah ada di KPK dan juga bukti-bukti yang sudah ada di KPK," kata Febri.

Ia berharap Tim Pansel Capim KPK dapat mempertimbangkan secara serius informasi dari KPK tersebut

Halaman
12
Penulis: Gita Irawan
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved