Rusuh di Papua

Legislator NasDem: Otonomi Khusus Tak Jawab Permasalahan di Papua

Anggota Komisi IV DPR RI f-NasDem asal Papua, Sulaeman L. Hamzah menyoroti situasi dan kondisi Papua yang belum sepenuhnya kondusif.

Legislator NasDem: Otonomi Khusus Tak Jawab Permasalahan di Papua
KOMPAS/JOHN ROY PURBA
Asap mengepul dari kawasan pertokoan di Entrop, Jayapura, Papua, Kamis (29/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI f-NasDem asal Papua, Sulaeman L. Hamzah menyoroti situasi dan kondisi Papua yang belum sepenuhnya kondusif.

Menurutnya, selain karena insiden yang dialami mahasiswa Papua di Surabaya, ia menilai otonomi khusus (otsus) yang diberikan kepada Papua tak menjawab permasalahan di tanah Cendrawasih.

Ia mengatakan, pemerintah tak serius menangani berbagai permasalahan di Papua, hingga gejolak berupa kerusuhan masih terjadi saat ini.

Baca: Jessica Iskandar Sedih Wajahnya Berubah Dipenuhi Bercak Merah, Perlakuan Richard Kyle Tuai Sorotan

Baca: Bank DKI Mulai Gelar Akad Kredit Program Rumah DP Rp 0

Baca: MPR Periode 2019-2024 Diharapkan Lebih Berperan dalam Pembangunan Bangsa

"Jadi di permukaan padam, tapi di bawah masih membara. Kesalahan terbesar itu mulai dari Otsus. Otsus ini digagas untuk menjawab seluruh kepentingan politik, tetapi dalam implementasinya pemerintah tidak serius untuk memberikan kewenangan penuh sesuai perintah undang-undang," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Selain itu, ia mengatakan Peraturan Daerah Provinsi (Perdasi) dan Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) yang disandang Papua banyak yang ditolak pemerintah.

"Alasan penolakannya tanpa keterangan. Yang pasti usulan-usulan itu sebagian besar tidak bisa dipenuhi, disetujui karena masih melihat situasi lebih lanjut," jelasnya.

Kemudian, pemerintah menjawab hal itu dengan menggelontorkan dana pembangunan, tapi lagi-lagi kewenangan ada di pusat.

Ini artinya mengekang spirit masyarakat Papua yang ingin bisa mandiri, bisa mengelola hasil kekayaan alamnya dengan lebih baik. Itu semua menjadi akumulasi persoalan.

"Yang pasti, makin hari, keadaan makin rumit. Kalau para petinggi datang ke Papua melihat situasi sudah kondusif, lagi lagi saya bilang ini menyelesaikan masalah seperti ‘permukaan padam, tapi di bawah membara’," tegasnya.

Halaman
12
Penulis: chaerul umam
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved