Sabtu, 30 Agustus 2025

Rusuh di Papua

Mabes Polri Tegaskan Informasi Tujuh Warga Sipil Papua Tewas Tidak Benar

Menyoal beredarkan informasi tujuh hingga delapan warga sipil Papua yang tewas, jenderal bintang satu ini malah mempertanyakan dari mana sumbernya.

Editor: Johnson Simanjuntak
Vincentius Jyestha
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mabes Polri menegaskan adanya pemberitaan yang menyebut tujuh warga sipil Papua menjadi korban dalam demonstrasi rusuh beberapa waktu lalu tidak benar.

Hal ini disampaikan langsung oleh Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, Senin (2/9/2019) di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta.

"Saya sudah konfirmasi langsung ke Polda Papua, info itu tidak benar. Yang sudah terupdate ada dua warga sipil meninggal, satu anggota TNI gugur dan tiga anggota Polri terluka serta dua anggota TNI terluka. Itu masih kami update semuanya," tutur Dedi.

Baca: Deretan Aib Elza Syarief yang Dibongkar Nikita Mirzani, Berkali-kali Menikah hingga Soal Utang

Menyoal beredarkan informasi tujuh hingga delapan warga sipil Papua yang tewas, jenderal bintang satu ini malah mempertanyakan dari mana sumbernya.

Pasalnya anggota di lapangan terus melakukan pendataan dan hasilnya tidak ada tujuh maupun delapan warga sipil Papua yang tewas.

Terakhir Dedi mengajak semua pihak terus menjaga situasi di Papua agar berlangsung-angsur normal kembali.

Baca: Saran Komisi III DPR Bila Masyarakat Tidak Puas Hasil Seleksi Pansel

Sebelumnya Direktur Eksekutif Amnesty I‎nternational Indonesia Usman Hamid menegaskan harus ada investigasi independen terkait kematian warga sipil dan aparat keamanan di Deiyai.

Lanjut Usman Hamid juga menyayangkan adanya kesimpang siuran, yakni perbedaan data antara kepolisian dengan laporan yang diterima pihaknya dari masyarakat sipil di Papua mengenai jumlah korban jauh saat di Deiyai.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan