Mengenal Sosok Almarhum Sutopo Purwo Nugroho Lewat Buku 'Terjebak Nostalgia'

isah hidup mantan Kepala Pusat Data dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho diabadikan di dalam sebuah buku biografi yang berjudul Terjebak Nostalgia.

Mengenal Sosok Almarhum Sutopo Purwo Nugroho Lewat Buku 'Terjebak Nostalgia'
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Peluncuran Buku buku biografi yang berjudul Sutopo Purwo Nugroho: Terjebak Nostalgia di Toko Gramedia Matraman, Jakarta Timur, pada Minggu (1/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kisah hidup mantan Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho diabadikan di dalam sebuah buku biografi yang berjudul Sutopo Purwo Nugroho: Terjebak Nostalgia.

Acara peluncuran buku ini dilakukan di Toko Gramedia Matraman, Jakarta Timur, Minggu (1/9/2019).

Plt Pusdatin dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meminta kepada jajarannya untuk meneladani kinerja mendiang Sutopo yang menjalankan tugas sebagai Kepala Pusat Data Informasi dan Humas (Pusdatin) BNPB.

Hal itu disampaikan Agus Wibowo saat peluncuran buku kisah hidup Sutopo Purwo Nugroho: 'Terjebak Nostalgia'.

"Meskipun semasa hidup telah divonis kanker stadium 4b, (almarhum) Sutopo tetap semangat melayani publik, terutama wartawan. Semoga juga dapat memberi contoh untuk pejabat publik di tempat lain," kata Agus.

Video pernyataan Sutopo Purwo Nugroho semasa hidup tentang kanker paru-paru yang ia idap
Video pernyataan Sutopo Purwo Nugroho semasa hidup tentang kanker paru-paru yang ia idap (tangkapan layar laman @suaratanparokok/Facebook)

Untuk mengenang Sutopo, BNPB memberi nama ruangan serbaguna lantai 15 dengan nama Ruang Serbaguna Dr Sutopo Purwo Nugroho, yang telah menjadi ruangan dilakukannya setiap konferensi pers.

Sementara, penulis buku Sutopo Purwo Nugroho: Terjebak Nostalgia, Fenty Effendy mengatakan, buku biografi ini ditulis berdasarkan kisah cinta Sutopo dulu dengan istrinya, Retno.

Ia mengatakan, Sutopo adalah seorang pria yang tidak percaya diri saat berhadapan dengan Retno.

"Pertama kali ketemu sehari sebelum wisuda sebagai sesama lulusan terbaik Universitas Gajah Mada (UGM). Pak Topo dari fakultas Geografi, Bu Retno fakultas Hukum. Itu pertama kali Pak Topo bisa kenal lagi sama orang. Tapi dia gak pede karena Bu Retno kerja duluan tapi Pak Topo masih mencari pekerjaan," ucap Fenty.

Halaman
12
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved