Seleksi Pimpinan KPK

Suasana Tes Pembuatan Makalah Capim KPK: Ada yang Pakai Tablet, Ada yang Buka Buku

Tes pembuatan makalah Capim KPK dimulai pukul 14.00 WIB dengan posisi duduk 10 capim KPK yang terbagi dalam dua saf.

Suasana Tes Pembuatan Makalah Capim KPK: Ada yang Pakai Tablet, Ada yang Buka Buku
TRIBUNNEWS/REZA DENI
Suasana fit and proper test hari pertama calon pimpinan KPK di ruang rapat Komisi III DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (9/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Suasana fit and proper test hari pertama calon pimpinan KPK di ruang rapat Komisi III DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, diwarnai keheningan Senin (9/9/2019), saat 10 capim KPK periode 2019-2023 mengerjalan makalah mereka.

Tes pembuatan makalah tersebut dimulai pukul 14.00 WIB dengan posisi duduk 10 capim KPK yang terbagi dalam dua saf.

Di barisan depan, berturut-turut dari kanan ke kiri, ada Irjen Pol Firli Bahuri, Johanis Tanak, Luthfi Jayafi, Lili Pintauli Siregar, I Nyoman Wara, dan Alexander Marwata.

Di barisan kedua, Nawawi Pomalongo duduk di belakang Alexander Marwata. Kemudian berturut-turut di sampingnya ada Roby Arya, Sigit Danang Joyo, dan Nurul Ghufron.

Pantauan di lokasi, ke-10 capim KPK tersebut tampak fokus menatap layar laptop yang berada di depan mereka. Sesekali, beberapa ada yang mengalihkan pandangan ke sebuah buku atau diktat yang diletakkan di meja.

Baca: Ini Penjelasannya, Mengapa Laka Maut Sering Terjadi di Sekitar KM 91-92 Tol Purbaleunyi

Johannis Tanak misalnya, sempat beberapa kali membuka halaman demi halaman dalam pengerjaan makalahnya. Dua buku diletakkan di sebelah kiri, sementara dua buku lainnya diletakkan di sebelah kanan.

Capim KPK lainnya, Alexander Marwata juga menyiapkan sebuah buku di meja bersebelahan dengan laptopnya.

Baca: Istana Akan Tangani Aktor Rusuh Papua Benny Wenda Secara Politik, Tidak Militer

Capim lainnya, I Nyoman Wara yang duduk dua kursi dari Marwata juga membawa buku-buku, tetapi tampak auditor BPK tersebut belum membuka salah satu dari buku itu dan hanya meletakkannya di kursi kosong di sebelah kanannya.

Satu-satunya capim perempuan KPK, Lili Pintauli Siregar juga membawa diktat dan beberapa bundel lembaran bantuan. Dia kadang melihat diktat tersebut saat mengerjakan makalah.

Luthfi Jayadi dan Firli Bahuri yang berbeda. Firli  menggunakan bantuan tablet yang diposisikan di samping kanannya. Sementara, Luthfi tampak terus mengetik dan mengambil jeda beberapa menit.

Di barisan belakang, baik Nawawi, Roby, Sigit, dan Nurul, terlihat fokus membaca lembar tema makalah. Keempatnya mengetik dengan gerak jari menyentuh keyboard yang variatif.

Penulis: Reza Deni
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved