Kerjasama Pembangunan Industri Hijau BPPT-ITSB

Peluang Indonesia untuk menjadi negara maju pada dasawarsa mendatang dengan meningkatkan proporsi industri dalam produk domestik bruto (PDB).

Kerjasama Pembangunan Industri Hijau BPPT-ITSB
BPPT
BPPT melalui Pusat Teknologi Bioindustri (PTB) telah mengembangkan teknologi produksi enzim untuk pulp dan kertas. 

Peluang Indonesia untuk menjadi negara maju pada dasawarsa mendatang dengan meningkatkan proporsi industri dalam produk domestik bruto (PDB) menghadapi tantangan yang semakin berat.

Upaya menjaga pertumbuhan PDB melalui pembangunan industri terkendala oleh faktor alam dan manusia itu sendiri. Perubahan iklim adalah salah satu kendala faktor alam, dimana kondisi cuaca dan perubahan lingkungan bisa berlangsung sangat ekstrim.

Hal ini terjadi karena alam sedang mencari kesetimbangannya, sehingga manusia harus mencari langkah-langkah mitigasi secara terukur. Kendala juga bisa disebabkan oleh degradasi lingkungan akibat polusi dari aktifitas manusia yang kurang memperhatikan lingkungan.

Peningkatan produksi yang tidak memperhatikan lingkungan, akan berdampak pada peningkatan beban lingkungan. Tanpa upaya mitigasi dan perencanaan pembangunan industri berkelanjutan yang baik, target pertumbuhan PDB diatas 7% agar Indonesia menjadi negara maju akan sulit tercapai.

Dalam refocusing pembangunan industri saat ini, guna mempercepat pencapaian Indonesia menjadi 10 besar ekonomi dunia, Pemerintah telah menetapkan beberapa industri manufaktur yang memiliki dampak besar bagi ekonomi dan penyerapan tenaga kerja, salah satunya adalah industri pulp dan kertas.

Kapasitas produksi industri pulp dan kertas di Indonesia termasuk 10 besar dunia. Indonesia memiliki peluang besar untuk pengembangan industri pulp dan kertas di masa mendatang karena didukung potensi pasar, baik di dalam negeri maupun di dunia serta keunggulan komparatif berupa areal lahan atau hutan yang cukup luas sebagai sumber bahan baku kayu.

Ditengah berbagai tekanan global dan isu terkait pembangunan berkelanjutan, penerapan teknologi berwawasan lingkungan merupakan solusi bagi pengembangan industri pulp dan kertas nasional.

Penggunaan teknologi enzim adalah satu upaya menghasilkan proses yang lebih efisien, ramah energi dan mengurangi buangan limbah.

Dalam pembukaan acara penandatangan kerjasama mengenai “Penelitian aplikasi enzim dan mikroba pada proses produksi dan pengolahan limbah di industri Pulp dan Kertas” antara BPPT dengan Institut Teknologi dan Sains Bandung (ITSB), Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB) BPPT, Dr. Ir. Soni Solistia Wirawan, M.Eng. menyampaikan bahwa BPPT melalui Pusat Teknologi Bioindustri (PTB) telah mengembangkan teknologi produksi enzim untuk pulp dan kertas yang siap dialih teknologikan ke industri.

Pengembangan lebih lanjut aplikasi enzim dalam proses produksi pulp dan kertas perlu dilakukan kolaborasi dengan para pihak terkait termasuk akademisi dan industri.

Kerjasama ini dinilai sangat penting, mengingat saat ini kita sama-sama sedang melihat pergeseran atau perubahan signifikan orientasi industri di tanah air dari Bussiness as Usual menjadi Green Bussiness atau Industri Hijau.

Ini merupakan komitmen Indonesia atas ditandatanganinya Manila Declaration on Green Industry di Filipina, tahun 2009 serta Petajalan Pembangunan Hijau yang telah dilaunching Bappenas sejak tahun 2015. Ujar Soni.

Rektor ITSB, Prof.Dr.Ir.Ari Darmawan Pasek, M.Sc menyambut baik kolaborasi ini dengan harapan dapat mendorong terwujudnya cita-cita pembangunan sumberdaya manusia sebagaimana fokus pembangunan pemerintahan saat ini.

Selama ini ITSB telah berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan terutama dalam menyediakan tenaga kerja terdidik di industri pulp dan kertas, seperti yang telah ditegaskan oleh Rektor ITSB. (*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved