Soal Karhutla, KLHK Segel Anak Perusahan Asal Malaysia dan Singapura

Siti menuturkan, 4 anak perusahaan asing tersebut beroperasi di Kalimantan Barat yaitu 3 dari Malaysia dan 1 dari Singapura.

Soal Karhutla, KLHK Segel Anak Perusahan Asal Malaysia dan Singapura
ist
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, mengatakan, pihaknya melakukan penyegelan pada anak perusahaan asing milik Malaysia dan Singapura pada kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan.

Siti menuturkan, 4 anak perusahaan asing tersebut beroperasi di Kalimantan Barat yaitu 3 dari Malaysia dan 1 dari Singapura.

Pertama, PT. Hutan Metapang Industri Singapura di Ketapang.

Baca: Hasil Klasemen Liga 1 2019 - Bali United, Arema, Persebaya Imbang dan Semen Padang Keok

Baca: El Rumi Main Bareng Anak Mulan Ajari Bahasa Inggris,Lontarkan Ini saat Adik Safeea Jatuh dari Tangga

Baca: Update Vietnam Open 2019: Pasangan Della/Rizki Pastikan Satu Tiket di Semifinal, Ketut/Tania Tumbang

Kedua, PT. Sime Indo Agro Malaysia di Sanggau.

Ketiga, PT Sukses Karya Sawit Malaysia di Ketapang.

dan keempat, PT. Rafi Kamajaya Abadi di Melawi.

"Ada 4 ini yang disegel itu ada di Kalimantan Barat," ujar Siti di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat, (13/9/2019).

Siti menuturkan, sepanjang minggu ketiga Agutus hingga kemarin (12/9) Kementerian LHK melakukan penyegelan pada 29 perusahaan yang terlibat karhutla khusus Kalimantan Barat.

"Dan ini di Kalbar masih berlangsung juga itu yang 29, yang disegel 4, sedang disidik di proses hukum," ucap dia.

Sementara, untuk kasus karhutla di Riau, pihaknya melakukan penyegelan pada 1 anak perusahaan milik Malaysia yakni PT. Adei Plantation and Industry, di Kabupaten Pelalawan, Riau.

"Prinsipnya di antara yang disegel itu kemarin di Kalbar itu ada 4 perusahaan dari Singapura dan Malaysia. Di Riau ada 1 yang disegel dari Malaysia PT AD ya," terang dia.

Siti menegaskan, kepada negara tetangga agar lebih obyektif menyikapi permasalahan karhutla yang terjadi di Indonesia.

"Jadi harus ada objetifitas ketika menteri mengatakan suatu hal, sesuai fakta saja," tegasnya.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved