Revisi UU KPK

Kritik Jokowi Dengan Cerdas Bukan Dengan Caci Maki

Karel Haris Susetyo menilai, tidak elok menyalahkan seluruh permasalahan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kritik Jokowi Dengan Cerdas Bukan Dengan Caci Maki
TRIBUN/TIM GRAFIS
Grafis terkait Revisi UU KPK dan proses pemilihan Komisioner serta Ketua KPK oleh DPR. TRIBUNNEWS/TIM GRAFIS 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Point Indonesia, Karel Haris Susetyo menilai, tidak elok menyalahkan seluruh permasalahan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Termasuk, soal isu mutakhir seperti pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Karel, seharusnya publik mengkritik Jokowi dengan objektif dan berdasarkan fakta.

Jokowi, kata Karel, juga menunjukan kinerja yang layak diapresiasi. Termasuk dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efesien, efektif dan bebas dari pungli. Tidak terkecuali pula dalam isu revisi UU KPK.

"Intinya begini, jika memang Jokowi berhasil ya kita apresiasi. Tapi kalau di rasa ada yang kurang pas, atau ada yang melenceng, ya beri masukan. Kritik dia dengan cerdas dan argumentatif. Bukan dengan caci maki," kata Karel saat dikonfirmasi, Rabu (18/9/2019).

Karel menambahkan, fenomena orang yang selalu menyalahkan Jokowi, diakui atau tidak itu adalah efek dari polarisasi dalam Pilpres yang belum hilang.

Untuk isu-isu tertentu, mereka yang tak suka pada Jokowi, akan selalu cari celah untuk menyalakannya.

Misalnya, dalam kasus mobil Esemka. Jokowi diserang sedemikian rupa.

Baca: PBB Minta Indonesia Cabut Status Tersangka Veronica Koman, Ini Tanggapan Polisi

"Kemudian dalam kasus Papua, Jokowi dianggap orang yang paling bersalah. Padahal masalah Papua, adalah akumulasi dari permasalahan yang terjadi di masa lalu," ucap Karel.

Lucunya lagi, lanjut Karel, untuk kasus yang sifatnya personil, Jokowi turut disalahkan.

Halaman
12
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved