Minggu, 31 Agustus 2025

Bamsoet Beberkan Hasil Kesepakatannya Dengan Airlangga Hartarto

Bambang Soesatyo (Bamsoet) menjelaskan pertemuannya dengan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto pekan lalu, Jumat (27/9/2019).

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/Fransiskus
Bambang Soesatyo atau Bamsoet saat ditemui di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Sabtu (24/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bambang Soesatyo (Bamsoet) menjelaskan pertemuannya dengan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto pekan lalu, Jumat (27/9/2019).

Ketua DPR RI tersebut mengaku dirinya bersama Airlangga sepakat mengendorkan tensi politk pemilihan Ketua Umum Golkar periode mendatang.

Untuk diketahui hubungan Bamsoet dengan Airlangga memanas, karena sama-sama akan maju dalam pemilihan Ketua Umum Golkar pada periode mendatang.

"Jadi melihat situasi, kondisi dan tensi politik yang semakin memanas, saya memutuskan untuk cooling down bersama-sama mas Airlangga," kata Bamsoet di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (30/9/2019).

Baca: Mantan Asisten Deputi Kemenko Polhukam Terlibat Perencanaan Kerusuhan, Begini Respons Wiranto

Baca: Respons Kepala BNPT Sikapi Tertangkapnya Terduga Perecana Aksi Kerusuhan

Baca: Rektor Paramadina: Tax Amnesty Jilid II Perlu Dipertimbangkan

Dirinya dan Airlangga sepakat mengenyampingkan kontestasi Ketua Umum Golkar dan mengedepankan konsolidasi internal partai hingga pelantikan Presiden terpilih periode 2019-2024 pada 20 Oktober mendatang.

"Soal Munas itu adalah internal kami, akan kita putuskan bersama," katanya.

Bamsoet menjawab diplomatis saat ditanya apakah keputusannya tersebut dapat diartikan dukungan kepada Airlangga.

Termasuk saat ditanya apakah akan mundur dari pencalonan Ketua umum Golkar setelah digadang-gadang menjadi calon Ketua MPR.

"Ya saya memutuskan untuk cooling down. Artikan saja sendiri," ujar Bamsoet.

Bamsoet dan Aziz Syamsuddin

Partai Golkar akan menggelar rapat untuk membahas pimpinan MPR, DPR, serta fraksi periode 2019-2024 pada Rabu (2/10/2019).

Sejumlah nama muncul untuk mengisi kursi pimpinan MPR dan DPR dari Golkar.

Partai Golkar kemungkinan besar menempatkan Bambang Soestyo (Bamsoet) di pimpinan MPR. 
Sementara untuk wakil Ketua DPR, Golkar kemungkinan akan menunjuk Ketua Komisi III saat ini, Aziz Syamsuddin.

Baca: Pangdam Jaya: TNI Tak Melarang Demonstrasi Asal Sesuai Aturan

Baca: Jokowi Minta Kapolri Tindak Tegas Aktor Kerusuhan di Wamena

"Ya salah satu yang disebut-sebut adalah nama pak Bambang Soesatyo (Bamsoet). Tapi secara resmi nanti kan akan ada SK dari fraksi MPR terkait dengan nama tersebut," kata Koordinator Bidang Komunikasi, Media, dan Penggalangan Opini Golkar Ace Hasan Syadzily di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/9/2019).

Ace mengatakan baik Aziz maupun Bamsoet memenuhi syarat untuk duduk di kursi pimpinan DPR dan MPR.

Keduanya menurut Ace memiliki pengalaman sebagai anggota dewan dan pernah menjabat di alat kelengkapan dewan.

"Keduanya memiliki kompetensi memiliki pengalaman sebagai anggota DPR RI yang berpengalaman, kemampuan serta kapasitas saya kira memenuhi persyaratan," katanya.

Ace membantah bahwa memilih Bamsoet menjadi pimpinan MPR merupakan barter jabatan agar Musyawarah Nasional (Munas) Golkar tidak pecah.

Untuk diketahui Bamsoet berencana maju dalam pemilihan Ketum Golkar.

Menurutnya menunjuk Bamsoet di MPR merupakan bagian dari penugasan partai.

"Tidak ini adalah penugasan partai. Ini semata-mata penugasan partai. Partai tetap solid partai tetap konsolidasi dengan baik," pungkasnya.

Masuk Bursa

Sebelumnya, Ace Hasan Syadzily mengatakan partainya telah menyiapkan sejumlah nama untuk duduk di kursi pimpinan DPR dan MPR.

Nama-nama itu muncul dalam rapat Kordinator terbatas DPP Golkar. Mereka yakni Aziz Syamsuddin, Bambang Soesatyo (Bamsoet), Zainudin Amali, dan lainnya.

Bambang Soesatyo saat menjadi Keynote Speaker dalam Seminar Nasional dengan tema 'Peranan DPR RI dalam Pengawasan Pelaksanaan Pendidikan Tinggi di Indonesia' di Universitas Moestopo (Beragama), Jakarta, Sabtu (31/8).
Bambang Soesatyo saat menjadi Keynote Speaker dalam Seminar Nasional dengan tema 'Peranan DPR RI dalam Pengawasan Pelaksanaan Pendidikan Tinggi di Indonesia' di Universitas Moestopo (Beragama), Jakarta, Sabtu (31/8). (DPR RI)

"Misalnya untuk pimpinan fraksi ada nama pak Aziz Syamsudin, ada nama pak Adies Kadir ya. Sementara untuk pimpinan MPR juga ada nama-nama yang disebutkan tadi. Sementara untuk pimpinan DPR kita ada beberapa nama yang disebut yaitu pak Zainudin Amali dan pak Idris laena. Sementara untuk pimpinannya ada juga nama pak Bambang Soesatyo serta nama pak Aziz Syamsudin," kata Ace di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (30/9/2019).

Sekjen Golkar versi Munas Ancol Zainudin Amali.
Sekjen Golkar versi Munas Ancol Zainudin Amali. (Tribunnews.com/Ferdinand Waskita)

Menurut Aziz nama-nama tersebut nantinya akan diputuskan secara resmi dalam rapat DPP Golkar. Rencananya rapat tersebut digelar Rabu (2/10/2019).

"Rencananya besok siang, ya setelah pelantikan DPP partai Golkar akan mengadakan rapat secara resmi," pungkasnya.

Sebelumnya, pimpinan MPR periode 2019-2024 akan berjumlah 10 orang, yang terdiri dari perwakilan 9 fraksi serta unsur DPD.

Aziz Syamsuddin
Aziz Syamsuddin (ist)

Penambahan pimpinan MPR tersebut terjadi setelah DPR merevisi Undang-undang MPR, DPR, DPD, dan DPRD ( MD3).

Dengan penambahan tersebut, maka Golkar akan menempatkan satu perwakilannya di pimpinan MPR.‎

Sementara itu, Golkar yang menjadi partai ke dua peraih suara terbanyak di parlemen juga dipastikan mendapat jatah pimpinan DPR.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan