Demo Tolak RUU KUHP dan KPK

Polri Bilang Ada 4 Tersangka terkait Viral Grup WhatsApp ''STM''

Keempat pelaku itu disebut telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, kepolisian belum bersedia mengungkap identitas keempatnya.

Polri Bilang Ada 4 Tersangka terkait Viral Grup WhatsApp ''STM''
Vincentius Jyestha/Tribunnews.com
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo saat berada di kantornya, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (18/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri telah melakukan profiling dan mengidentifikasi empat pelaku terkait viral tangkapan layar nomor telepon diduga milik polisi yang masuk dalam grup WhatsApp (WA) pelajar STM.

Keempat pelaku itu disebut telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, kepolisian belum bersedia mengungkap identitas keempatnya.

"Sudah diprofilling dan identifikasi akun-akunnya oleh siber. Sudah ada 4 tersangka, nanti setelah ditangkap disampaikan,” ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo ketika dihubungi, Selasa (1/10/2019).

Sebelumnya diberitakan, beredar viral di media sosial Twitter terkait tangkapan layar nomor telepon diduga milik polisi yang masuk dalam grup WhatsApp (WA) pelajar STM.

Baca: 4 Fakta Puan Maharani: Peraih Suara Terbanyak di Pileg hingga Kader PDIP Pertama Jadi Ketua DPR

Baca: Ayu Ting Ting Sempat Sebut Ingin Mempertemukan Bilqis dengan Ayahnya, Enji Justru akan Ajukan Somasi

Baca: Kabar Populer Persebaya: Dari Penundaan Laga Hingga Pemanggilan ke Timnas

Dalam grup itu, nomor diduga milik polisi sempat menuliskan pesan dimana dirinya meminta uang bayaran sebagai upah terkait kerusuhan unjuk rasa.

Menanggapi hal tersebut, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya belum bisa memastikan nomor tersebut milik personel Korps Bhayangkara.

"Belum bisa dipastikan, kalau itu anggota polisi pun kan belum bisa dipastikan betul anggota atau bukan," ujar Dedi, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (1/10/2019).

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu memastikan akan menindak tegas apabila memang ada unsur perbuatan melawan pidana.

"Tapi kalau nggak ada perbuatan melawan pidana, nanti jajaran multimedia akan membuat literasi digital agar masyarakat betul-betul cerdas dan bijak menggunakan sosmed," kata dia.

Lebih lanjut, jenderal bintang satu itu menyebut Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri juga sudah bekerja dan melakukan profiling terkait kasus ini. "Nah ini, jadi kita paham betul apa yang ada di media sosial itu, karena sebagian besar adalah anonymous, narasi-narasi yang dibangun adalah narasi propaganda. Tentunya dari Direktorat Siber Bareskrim sudah memprofiling," tandasnya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved