Kementerian PUPR Selesaikan 65 Bendungan di Indonesia

Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, menarget 65 pembangunan bendungan selesai di tahun 2024.

Kementerian PUPR Selesaikan 65 Bendungan di Indonesia
dok. Kementerian PUPR
Acara Seminar Nasional Bendungan Besar yang berlangsung di Hotel Claro, Jl AP Pettarani, Kota Makassar, Kamis (3/10/2019) malam. 

TRIBUNNEWS.COM,MAKASSAR - Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, menarget 65 pembangunan bendungan selesai di tahun 2024. Hal tersebut diungkapkan oleh Dirjen Sumber Daya Air, Hari Suprayogi, di acara Seminar Nasional Bendungan Besar, yang berlangsung di Hotel Claro, Jl AP Pettarani, Kota Makassar, Kamis (3/10/2019) malam.

Menurut Dirjen SDA, 65 bendungan ini bila sudah mulai beroperasi nanti akan mengairi lebih dari 1 juta hektar areal persawahan yang tersebar di seluruh Indonesia. Ia menjelaskan, dengan ketersediaan air untuk irigasi, akan menghasilkan produksi padi yang melimpah. "Program pemerintah pusat, kita terus menghadirkan bendungan-bendungan, agar produksi pangan di Indonesia semakin baik dan terjamin," katanya.

Dari 65 ini, empat didalamnya terdaapat di Sulsel, diantaranya Bendungan Karaloe, Pamukkulu, Passellorang, dan Jenelata (belum dikontrak).

Baca: KPK Duga Anak Auditor BPK Rizal Djalil Kecipratan ‎Uang Panas Proyek Kementerian PUPR

Padaa acara yang sama, Gubernur Sulsel M Nurdin Abdullah yang didapuk membuka acara mendukung ucapan Dirjen SDA dengan mengapresiasi banyaknya pembangunan bendungan di Sulsel. Hal ini dikarenakan Provinsi Sulsel memang dikenal sebagai lumbung padi dan membutuhkan dukungan ketersediaan air untuk tetap mewujudkan julukan tersebut.

Gubernur mengatakan bahwa hadirnya bendungan, waduk dan pengelolaan air sangat penting, karena berhubungan dengan kepentingan orang banyak.

"Seminar ini sangat penting sekali. Hari ini kita bicara soal sumber daya air di Sulawesi Selatan, tentu menjadi tanggung jawab kita semua karena dalam sejarah Sulawesi Selatan memang dari dulu menjadi penyangga pangan nasional," kata Nurdin.

Di Sulsel telah hadir Bendungan Bili-bili mendukung pertanian yang ada di Sulsel termasuk serta mengendalikan banjir.

Demikian juga dengan potensi pembangunan bendungan yang ada. Seperti Bendungan Karalloe dan Pamukkulu.

"Potensi pembangunan bendungan di Sulsel sangat besar. Karalloe dan Pamukkulu saya kira kalau selesai, Kabupaten Jeneponto dan Takalar akan unggul dengan cepat, lahannya luas tetapi persoalannya air," sebutnya.

Sehingga Ia berharap bisa selesai tepat waktu dan manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat.

Halaman
12
Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved