Demo Tolak RUU KUHP dan KPK

Polisi Sebut Bom Molotov Bikinan Dosen IPB Berisi Bubuk Deterjen, Lada dan Paku

Mabes Polri mengungkap bom yang diamankan dari kediaman dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) berinisial AB bukanlah jenis molotov biasa.

Polisi Sebut Bom Molotov Bikinan Dosen IPB Berisi Bubuk Deterjen, Lada dan Paku
Tribunnews/Irwan Rismawan
Sejumlah mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di Jalan Gatot Subroto, kawasan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/10/2019). BEM SI mendukung upaya pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), hak rakyat untuk berpendapat, perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia, restorasi pelaksanaan reforma agraria, serta perlindungan sumber daya alam. Tribunnews/Irwan Rismawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mabes Polri mengungkap bom yang diamankan dari kediaman dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) berinisial AB bukanlah jenis molotov biasa.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan bom yang diproduksi oleh AB itu memiliki daya ledak seperti bom rakitan.

"Kami tegaskan, 29 barang yang disebut bom rakitan ini memiliki daya ledak dan hancur yang berbahaya. Ini mohon dipahami bukan bom molotov seperti biasa, tapi ini bom yang memiliki daya ledak. Memang memiliki bahan peledak. Tidak sesederhana bom molotov," ujar Asep, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (3/10/2019).

Ia kemudian menjelaskan dan merinci bahan-bahan yang terdapat dalam bom molotov rakitan milik AB tersebut. Pada bagian sumbu bom molotov, diketahui terdapat serbuk bahan baku korek.

Baca: Jelang Pelantikan Presiden, Ini Gambaran Kabinet Jokowi 2019-2024, Ada yang Terpental dan Bertahan

Mantan Kapolres Bekasi Kota itu juga menuturkan menemukan bubuk detergen, lada, kaca hingga paku dalam bom tersebut. Sehingga, daya ledak dari bom ini disebutnya sangat berbahaya.

Baca: Ketua DPR Puan Maharani Punya Total Kekayaan Rp 363,37 Miliar, Utangnya Rp 49,7 Miliar

"Ada deterjennya, ada juga lada, di dalam balutan (lakban) ini juga ada kandungan paku. Dampak dari pecahan kaca ini, kan dirakit dalam satu botol bekas suplemen, kacanya akan berbahaya, pakunya juga berbahaya," tandasnya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved