Rusuh di Papua

Ada 3.800 Pengungsi di Markas Militer, Besok Kegiatan Belajar Mengajar di Wamena Mulai Normal

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyebutkan setidaknya ada 3.800 pengungsi di Wamena, Papua, yang menempati kantor koramil, kodim, polsek.

Ada 3.800 Pengungsi di Markas Militer, Besok Kegiatan Belajar Mengajar di Wamena Mulai Normal
HANDOUT
Pembersihan puing kerusuhan di Pasar Wouma, Wamena, oleh personel TNI dari Kodim 1702/Jayawijaya bersama polisi dan masyarakat, Jumat (4/10/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyebutkan setidaknya ada 3.800 pengungsi di Wamena, Papua, yang menempati kantor koramil, kodim, maupun polsek.

Namun ia menyebut pada Senin (7/10/2019) besok, sekolah di Wamena sudah melakukan kegiatan belajar mengajar kembali.

"Khusus di Wamena, ada 3.800-an pengungsi berada di beberapa koramil, kodim, maupun polsek," kata Hadi Tjahjanto seusai peringatan HUT ke-74 TNI di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (5/10/2019).

Sedang di Jayapura, terdata sebanyak 8.600 pengungsi. Mereka yang tinggal di penampungan kurang lebih 3.500 pengungsi.

"Sedangkan yang 5.000 pengungsi lainnya ikut saudaranya di Jayapura," katanya.

Hadi memastikan pelayanan kesehatan dan logistik terhadap para pengungsi yang tinggal di lokasi-lokasi pengungsian berjalan baik.

"Logistik tidak ada masalah, bantuan kesehatan, termasuk dapur umum lapangan di Wamena berlangsung baik," katanya.

Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan, kata Panglima TNI, terus memantau kondisi para pengungsi yang tersebar di Wamena maupun Jayapura.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga segera merehabilitasi gedung-gedung yang rusak dan kemungkinan akan membangun hunian sementara bagi pengungsi.

"Ada juga paguyuban, seperti paguyuban dari Makassar, Madura, dan Sumatera Barat yang ikut memfasilitasi pengungsi," katanya.

Baca: Nawir dan 5 Anaknya Ditinggal Istri Pasca Gempa Palu, Kini Kakinya Patah Jadi Korban Tabrak Lari

Halaman
123
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved