Moeldoko Ingin Tertibkan ''Buzzer'', Relawan Medsos Jokowi: Berlebihan

Selain merugikan, keberadaan buzzer tidak diperlukan lagi karena masa pemilu telah berakhir.

Moeldoko Ingin Tertibkan ''Buzzer'', Relawan Medsos Jokowi: Berlebihan
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Relawan media sosial, baik pendukung Jokowi-Ma'ruf maupun Prabowo-Sandi, merespons atas keinginan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menertibkan para buzzer atau pendengung berkonten negatif.

Selain merugikan, keberadaan buzzer tidak diperlukan lagi karena masa pemilu telah berakhir.

Priyo Kustiadi menjadi salah seorang pegiat medsos pendukung Jokowi-Ma'ruf sejak masa kampanye Pilpres 2019. Ia mengatakan, keinginan Moeldoko itu tidak tepat.

"Kata 'ditertibkan' itu saya rasa terlalu berlebihan dan itu kurang tepat. Karena penertiban itu kan agak sedikit melenceng dari kebebasan berpendapat," kata Priyo kepada Tribun, Sabtu (5/10/2019).

Ia pun menilai sulit menertibkan para buzzer karena mereka bergerak dalam bentuk individu, bukan tim.

Menurutnya, jika pemerintah ingin melakukan penertiban di jagat maya, maka yang harus ditertibkan adalah para influencer yang menyebarkan konten negatif seperti hoaks, bukan buzzer.

Sebab, satu influencer mempunyai banyak pengikut sehingga penyebaran konten yang diunggahnya di medsos terbilang cepat dan mempengaruhi opini banyak orang.

"Ada orang macam Dandhy Laksono yang mana orang tersebut berlaku sebagai partisipan publik terhadap pemerintah, punya follower banyak, tapi malah ditangkap, enggak seharusnya begitu," tambahnya.

Priyo mengaku mulai menjadi bagian relawan pendukung Jokowi-Ma'ruf sejak masa kampanye Pilpres 2019.

Ia begerak mengamplifikasi sejumlah konten di jagat maya secara pribadi, dengan mengunggah konten positif dan melawan isu negatif. Ia melakukan hal itu dengan menggunakan nama akun pribadi, bukan anonim.

Halaman
1234
Penulis: Reza Deni
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved