Suap Proyek PLTU Riau 1

Jaksa Susun 647 Halaman Tuntutan Sofyan Basir

JPU pada KPK membacakan tuntutan secara bergantian. Mereka hanya membacakan analisa yuridis. Sementara itu, untuk teori tidak dibacakan.

Jaksa Susun 647 Halaman Tuntutan Sofyan Basir
Glery Lazuardi/Tribunnews.com
Sofyan Basir 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi membacakan tuntutan untuk mantan Direktur PT PLN (Persero), Sofyan Basir.

Sidang pembacaan tuntutan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (7/10/2019).

"Kami menyusun sampai 647 halaman terdiri dari 8 bab," ujar JPU pada KPK, Ronald, di persidangan.

JPU pada KPK membacakan tuntutan secara bergantian. Mereka hanya membacakan analisa yuridis. Sementara itu, untuk teori tidak dibacakan.

"Kami hanya membacakan analisa yuridis saja," kata dia.

Sebelumnya, dalam perkara proyek PLTU Riau-1 yang menelan biaya USD 900 juta ini, KPK sudah menetapkan Sofyan Basir sebagai tersangka keempat menyusul pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo, mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham.

Baca: PAN Dukung Amandemen UUD 1945 untuk GBHN

Sofyan diduga menerima janji fee proyek dengan nilai yang sama dengan Eni Saragih dan Idrus Marham dari salah satu pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd Johannes Kotjo.

KPK menduga Sofyan Basir berperan aktif memerintahkan salah satu direktur di PLN untuk segera merealisasikan power purchase agreement (PPA) antara PT PLN, Blackgold Natural Resources Ltd., dan investor China Huadian Engineering Co. Ltd. (CHEC).

Tak hanya itu, Sofyan juga diduga meminta salah satu direkturnya untuk berhubungan langsung dengan Eni Saragih dan Johannes Kotjo.

KPK juga menyangka Sofyan meminta direktur di PLN tersebut untuk memonitor terkait proyek tersebut lantaran ada keluhan dari Kotjo tentang lamanya penentuan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1.

Halaman
12
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved