Senin, 1 Juni 2026

Ketika Megawati Singgung Perannya Dalam Pemilihan Ketua MPR RI

Megawati Soekarnoputri, bersyukur pemilihan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 2019-2024 berjalan damai.

Tayang:
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews/JEPRIMA
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo didamping Wakil MPR RI Ahmad Basara, Ahmad Muzani, Fadel Muhammad, Hidayat Nur Wahid, Zulkifli Hasan, Arsul Sani, Syarief Hasan dan Jazilul Fawaid saat berkunjung kekediaman Presiden RI ke 5 Megawati Soekarno Putri di Kawasan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2019). Pada pertemuan tersebut selain memberikan undangan pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden para pimpinan MPR ingin mendengarkan pandangan Megawati mengenai wacana amandemen UUD 1945 terkait Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, bersyukur pemilihan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 2019-2024 berjalan damai.

Ia mengapresiasi pemilihan pimpinan MPR dilakukan dengan musyawarah mufakat.

“Alhamdulillah keadaan itu ternyata dapat dilaksanakan,” kata Megawati Soekarnoputri usai melakukan pertemuan tertutup dengan pimpinan MPR di kediamannya, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2019).

Ketua Umum PDI Perjuangan tersebut menyebutkan, sejak awal, ia telah berpesan kepada fraksi PDIP untuk menyelesaikan pemilihan pimpinan MPR RI dengan musyawarah mufakat.

Baca: Kivlan Zen Masih Jalani Pengobatan di RSPAD Gatot Soebroto

Baca: Prediksi Starting Lineup Persebaya Vs Borneo FC: Bajul Ijo Kehilangan Lima Pilar

Ia juga mendorong kadernya untuk menghindari pemilihan secara voting.

“Namanya Majelis Permusyawaratan Rakyat. Jadi kalau pakai voting-voting saya bilang itu bukan jalannya Indonesia,” katanya.

Baca: Wiranto Ditusuk, Wapres JK : Semua Harus Hati-hati, Sel Teroris Masih Jalan

Dia juga menyebutkan, pertemuan dengan pimpinan MPR hari ini menjadi bukti hasil dari musyawarah mufakat.

“Inilah buktinya hari ini kami berkumpul dan dapat terus membicarakan hal-hal yang akan disampaikan nanti dalam sidang MPR yang akan datang,” katanya.

Undangan pelantikan

Sejumlah pimpinan MPR menyambangi kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Mereka yang tampak hadir di antaranya, Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) , Wakil Ketua DPR Ahmad Muzani, Fadel Muhamad, Syarief Hasan, Hidayat Nur Wahid, Ahmad Basarah, Zulkifli Hasan, dan Arsul Sani.

Sementara yang belum tampak hadir hanya, Lestari Moerdijat dan Jazilul Fawaid.

Syarief mengatakan kedatangannya untuk menyampaikan undangan pelantikan Presiden pada 20 Oktober mendatang.

Baca: Jaksa: Peran Habil Marati Untuk Habisi Wiranto Cs Diurai Dalam Surat Dakwaan

Baca: PBNU Minta Peristiwa Penusukan yang Menimpas Menkopolhukam Wiranto Tidak Dikaitkan Dengan Islam

"Pertama kita silaturahmi sekaligus melaporkan kepada presiden ke V, bahwa pelantikan presiden pada 20 Oktober mendatang, kita sekaligus menyampaikan undangan resmi," ujar Syarief begitu tiba di kediaman Megawati.

Menurut Syarief undangan pelantikan presiden telah disampaikan kepada sejumlah pihak.

MPR memprioritaskan undangan pada mantan presiden dan wakil presiden.

"Serta sejumlah tamu negara yang diutamakan," katanya.

Siapkan pantun

 Ketua MPR Bambang Soesatyo mengaku sudah menyiapkan pantun untuk acara pelantikan presiden dan wakil presiden.

Diketahui, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin akan dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 pada 20 Oktober 2019.

Selaku Ketua MPR, Bambang Soesatyo akan memimpin langsung jalannya pelantikan tersebut.

Ditemui Tribunnews.com di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara V, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu(9/10/2019), pria yang akrab disapa Bamsoet tersebut mengaku telah menyiapkan pantun yang akan dibacanya saat memberikan sambutannya dalam acara pelantikan.

Baca: Pamer Keromantisan, Hotman Paris Akui Tinggalkan Sidang demi Nikita Mirzani: Enggak Ada Bau Tak Enak

Pria yang sempat menjabat sebagai Ketua DPR RI ini diketahui sering melontrakan pantun pada awal sambutannya ketika memimpin sidang Paripurna DPR.

"Saya belum tahu, dinamika pelantikan nanti. Soal pantun, saya kan sering corat-coret he-he. Spontan saja buatnya. Kadang-kadang ada saja. Lagi corat-coret, bikin pantun," kata Bamsoet.

Ia juga bercerita, spontanitas membuat pantun kerap dikerjakannya saat melihat situsi sebuah acara.

Ia mencontohkan bagaimana teks isi sambutannya kerap berubah.

Baca: Lionel Messi: Jika Neymar Tak ke Barcelona di Bursa Transfer Ini, Dia Bakal ke Real Madrid

"Kalaupun sudah malam bikinnya, tiba-tiba berubah, itu juga ada. Kan sering apa yang di-fotocopy dibagikan dan yang saya bacakan beda. Jadi spontan saja," ucapnya.

Politikus Partai Golkar tersebut pun siap memberikan kejutan pantun dalam acara pelantikan presiden dan wakil presiden.

"Kalau pantun kan gampang. A-A-A-A, B-B-B-B, A-B-A-B. Tinggal cari konteks," tambahnya.

Baca: PSSI Umumkan Harga Tiket Laga Timnas Indonesia Kontra Vietnam di Bali

Bambang juga mengatakan, menjelang pelantikan presiden tanggal 20 Oktober 2019, pimpinan MPR akan mengunjungi serta mengundang langsung mantan-mantan presiden seperti Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Kemudian, MPR juga akan mendatangi pasangan kandidat Pilpres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

Pukul 14.00 WIB

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyatakan pelantikan Joko Widodo (Jokowi) - KH Ma'ruf Amin akan digelar pukul 14.00 WIB pada 20 Oktober mendatang.

Sebelumnya, MPR mengusulkan pelantikan diundur menjadi pukul 16.00 WIB.

Keputusan tersebut diumumkan usai dirinya bersama sembilan Wakil Ketua MPR lainnya menggelar rapat pimpinan MPR.

"Ada wacana mundur jadi jam 16.00, kenapa? untuk memberikan kesempatan beribadah bagi masyarakat kita yang beribadah pada hari minggu. Kemudian kita tidak ingin mengganggu kegiatan masyarakat yang ingin berolahraga di car free day," kata Bamsoet, sapaan akrabnya di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Namun, Bamsoet mengatakan usulan pelantikan pada pukul 16.00 WIB dinilai terlalu sore atau mepet dengan waktu salat magrib.

Baca: PA 212 Sebut Ustad Bernard Tidak Layak Berstatus Tersangka

Atas pertimbangan itu, para pimpinan MPR mengusulkan pelantikan Jokowi-Ma'ruf pada pukul 14.00 WIB.

"Tapi ada juga wacana tadi kita diskusikan, kalau jam 16.00 terlalu mepet dengan maghrib. Akhirnya kita sepakat untuk mengusulkan nanti baik kepada keSekjenan, maupun protokol Istana, baik juga kepada presiden untuk dilakukan jam 14.00 atau dua siang," ucapnya.

"Kenapa? karena car free day berakhir jam 11, kemudian ibadah juga bisa selesai jam 12.00-an. Jam 1, kita juga yang muslim selesai salat zuhur, dan selesai upacara kita juga masih bisa salat ashar. Demikian pertimbangan kami. Kita sepakat mengusulkan jam 14.00," imbuhnya.

Temui SBY hingga Prabowo

Para pimpinan MPR RI berencana mengunjungi presiden-wakil presiden 2024 serta kandidat presiden-wakil presiden pada pemilu 2019 lalu.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan pertemuan itu rencananya bakal dilakukan sebelum pelantikan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Hal itu dikatakannya usai memimpin rapat bersama kesembilan wakil ketua MPR RI.

"Kami tadi juga sepakat bahwa sebelum tanggal 20 (Oktober,red) kami akan melakukan kunjungan dan bertemu bersilaturahmi tidak saja kepada presiden yang akan dilantik tapi juga kandidat presiden, yaitu Pak Jokowi, Pak Ma'ruf, Pak JK (Jusuf Kalla) dan kepada kandidat yaitu Pak Prabowo, Pak Sandi," kata Bamsoet, sapaan akrabnya di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Bamsoet juga menyebut, pimpinan MPR akan bersilaturahmi dengan Presiden terdahulu, yaitu Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Hal itu dilakukan sekaligus mengantarkan undangan pelantikan presiden-wakil presiden untuk mereka.

"Yang tepenting adalah kita mengunjungi mantan presiden, ada Ibu Mega dan Pak SBY. Kita juga sekaligus mengantar undangan agar beliau-beliau berkenan hadir di acara pelantikan," ujarnya.

Bamsoet mengatakan, silaturahmi ini telah dikomunikasikan kepada wakil-wakil MPR yang berhubungan langsung atau satu partai dengan tokoh yang akan diundang.

Baca: ‎Buya Syafii: Revisi UU KPK Seperti Buah Simalakama, Jokowi Harus Segera Ambil Keputusan

Baca: Hotman Dibayar Pakai Pisang hingga Petai dari Warga, Senggol DPR: Peringatan Buat 600 Anggota

Rencananya pekan ini akan segera dilangsungkan pertemuan dengan tokoh-tokoh tersebut.

"Komunikasi non formal saya kepada beberapa perwakilan tadi insyaallah Ibu Mega bisa menerima kita pada minggu ini. Pak Syarief juya akan mengupayakan Pak SBY bisa menerima pimpinan MPR minggu ini," kata Bamsoet.

"Begitu juga Pak Prabowo, Pak Muzani mengupayakan minggu ini (bertemu). Tinggal nanti kepada pak Presiden (Jokowi) saya minta tolong pada pak Sekjen untuk komunikasi dengan protokol istana agar kita juga bisa diagendakan," imbuhnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved