Hari Lahir Pancasila
Sejarah Hari Lahir Pancasila 1 Juni: Sosok Panitia 9 hingga Keppres 24/2016 Ditandatangani Jokowi
Sejarah Hari Lahir Pancasila bermula sidang BPUPKI 1945, resmi ditetapkan sebagai hari libur nasional lewat Keppres Nomor 24 Tahun 2016.
Ringkasan Berita:
- Sidang BPUPKI pada 29 Mei–1 Juni 1945 menjadi awal perumusan dasar negara Indonesia oleh tokoh seperti Mohammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno.
- Soekarno pertama kali memperkenalkan istilah Pancasila pada 1 Juni 1945, sebelum disempurnakan melalui Panitia Sembilan dan Piagam Jakarta.
- Pemerintah menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila melalui Keppres Nomor 24 Tahun 2016 yang ditandatangani Presiden Jokowi
TRIBUNNEWS.COM - Hari ini, Senin 1 Juni 2026 diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila.
Peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni memiliki sejarah panjang yang berawal dari sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1945.
Momentum ini menjadi tonggak lahirnya dasar negara Indonesia yang hingga kini terus diperingati setiap tahunnya.
Sidang pertama BPUPKI berlangsung pada 29 Mei hingga 1 Juni 1945.
Dalam sidang tersebut, sejumlah tokoh bangsa menyampaikan gagasan mengenai dasar negara Indonesia merdeka.
Tokoh-tokoh yang menyampaikan pandangannya antara lain Mohammad Yamin, Soepomo, dan Ir. Soekarno.
Mohammad Yamin mengusulkan lima asas negara yakni:
- Peri Kebangsaan
- Peri Kemanusiaan
- Peri Ketuhanan
- Peri Kerakyatan
- Kesejahteraan Rakyat
Sementara Soepomo mengemukakan konsep “Dasar Negara Indonesia Merdeka” yang meliputi: Persatuan, Kekeluargaan, Mufakat dan Demokrasi, Musyawarah, serta Keadilan Sosial, mengutip bpkd.jakarta.go.id.
Baca juga: 75 Link Twibbon Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026, Lengkap dengan Cara Mudah Unggah di Sosial Media
Lahirnya Pancasila pada 1 Juni 1945
Puncak sidang terjadi pada 1 Juni 1945 ketika Ir. Soekarno menyampaikan pidato yang memperkenalkan lima dasar negara.
Lima sila tersebut terdiri atas Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan Yang Maha Esa.
Dalam pidatonya, Soekarno menyebut istilah “Pancasila” sebagai nama paling tepat untuk lima dasar tersebut. Ia menjelaskan bahwa “sila” berarti asas atau dasar.
“Di atas kelima dasar itulah kita mendirikan Negara Indonesia, kekal dan abadi,” ujar Soekarno. “Pancasila itulah yang berkobar-kobar di dalam dada saya sejak berpuluh tahun.”
Pembentukan Panitia Sembilan dan Piagam Jakarta
Usai sidang BPUPKI, dibentuk Panitia Sembilan yang bertugas merumuskan lebih rinci dasar negara dan rancangan Undang-Undang Dasar 1945.
Panitia ini beranggotakan:
- Ir. Soekarno
- Drs. Mohammad Hatta
- A.A. Maramis
- Muhammad Yamin
- Achmad Soebardjo
- Abikoesno Tjokrosoejoso
- Abdul Kahar Muzakkar
- H. Agus Salim
- K.H. Abdul Wahid Hasyim
Hasil kerja Panitia Sembilan melahirkan Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Logo-Hari-Lahir-Pancasila-2026.jpg)