KPK Sita Uang Rp 54 Juta dan USD 2.600 dari Rumah Dinas Bupati Lampung Utara

KPK Sita Uang Rp 54 Juta dan USD 2.600 dari Rumah Dinas Bupati Lampung Utara

KPK Sita Uang Rp 54 Juta dan USD 2.600 dari Rumah Dinas Bupati Lampung Utara
Tribunnews/Irwan Rismawan
Bupati Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara menggunakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (8/10/2019) dini hari. KPK resmi menahan Bupati Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara terkait dugaan suap proyek di Dinas Perdagangan dan Dinas PUPR Lampung Utara. Tribunnews/Irwan Rismawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah giat operasi tangkap tangan (OTT) pada Minggu (6/10/2019) malam dan meningkatkan proses perkara ke penyidikan.

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan serangkaian penggeledahan di Kabupaten Lampung Utara sejak 9-11 Oktober 2019.

Penggeledahan tersebut berkaitan dengan kasus dugaan suap proyek-proyek di Dinas PUPR dan Dinas Perdagangan Pemkab Lampung Utara yang menjerat Bupati nonaktif Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara.

Baca: Dipicu Lempar Kunci Sepeda Motor, Dua Pemuda Di Tangerang Terlibat Perkelahian Berujung Maut

Baca: Sebelum Pesan Kopi, Ini 5 Fakta Starbucks yang Harus Kamu Tahu

Baca: Penjual Makanan Keliling di Nuara Bungo Jambi Ditangkap Densus 88, Diduga Terlibat Jaringan Teroris

Juru Bicara KPK Febri Diansyah merinci, selama 3 hari tersebut, KPK melakukan penggeledahan di 13 lokasi, yaitu:

1. 9 Oktober 2019 di Rumah Dinas dan Kantor Bupati

2. 10 Oktober 2019 di Kantor Dinas Perdagangan, Dinas PUPR, Rumah tersangka Wan Hendri (Kadinas Perdagangan), Rumah tersangka Hendra Wijaya Saleh (Swasta), dan 2 rumah saksi

3. 11 Oktober 2019 Rumah tersangka Agung Ilmu  Mangkunegara, tersangka Raden Syahril (orang kepercayaan Bupati), rumah tersangka Chandra Safari (Swasta), dan 2 rumah tersangka Syahbuddin (Kepala Dinas PUPR)

"Dari lokasi penggeledahan, KPK menyita sejumlah dokumen-dokumen proyek dan anggaran di Dinas PUPR dan Dinas Perdagangan," sebut Febri kepada wartawan, Minggu (13/10/2019).

Selain itu, imbuh dia, dari penggeledahan di rumah dinas Bupati Agung, tim penyidik KPK menyita uang sebanyak Rp54 juta dan USD2.600.

Halaman
12
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved