Eks Menpora Imam Nahrawi Tutupi Borgol dengan Map

Imam menutupi tangannya yang terborgol dengan map saat datang dan sepulang pemeriksaan tersebut.

Eks Menpora Imam Nahrawi Tutupi Borgol dengan Map
Ilham Rian Pratama/Tribunnews.com
Mantan Menpora Imam Nahrawi seusai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (15/10/2019) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) menjalani pemeriksaan perdana di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (15/10), pasca-ditahan karena kasus dugaan suap pengurusan dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Imam menutupi tangannya yang terborgol dengan map saat datang dan sepulang pemeriksaan tersebut.

Imam yang ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Jakarta Timur cabang KPK di Pomdam Jaya, dibawa penyidik ke Gedung KPK dengan mobil tahanan pada pukul 10.00 WIB.

Imam mengenakan kemeja putih berbalut rompi tahanan warna oranye dan celana panjang hitam. Sebuah map merah menutupi sebagian tangannya yang terborgol. Tak diketahui isi map tersebut. "Sehat, alhamdulillah," kata Imam setiba di Gedung KPK.

Baca: Daftar Lengkap Warga Sipil Diperkarakan Akibat Nyinyiri Wiranto, Tak Cuma Istri TNI yang Digaruk

Baca: 5 Fakta Persamaan Meninggalnya Sulli F(X) & Jonghyun Shinee: Depresi, Bunuh Diri, Duka Para Idol

Baca: Kasus Penusukan di Jatiwaringin Berawal dari Saling Tatap

Imam tidak lama menjalani pemeriksaan di dalam Gedung KPK. Ia dengan kawalan petugas meninggalkan Gedung KPK sekitar pukul 13.30 WIB.

Tampak Imam masih mengenakan pakaian yang sama. Hanya map yang menutupi borgolnya menjadi warna biru, tidak seperti map yang dibawa saat masuk ke dalam Gedung KPK.

Imam pun kembali enggan menjawab saat sejumlah wartawan menanyakan pemeriksaannya. Ia hanya tersenyum tipis.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, Imam diperiksa penyidik sebagai saksi untuk penyidikan kasus pengurusan propoasal dana hibah Kemenpora ke KONI, dengan tersangka mantan asisten pribadinya, Miftahul Ulum.

"Penyidik akan mendalami keterangan yang bersangkutan sepanjang pengetahuannya dalam kasus ini," ujar Febri.

Febri menambahkan, pihaknya memperpanjang masa penahanan Imam Nahrawi selaku tersangka kasus suap ini. "Terhadap tersangka IMR (Imam Nahrawi), Menteri Pemuda dan Olahraga dilakukan perpanjangan penahanan selama 40 hari terhitung sejak 17 Oktober sampai dengan 25 November 2019," jelasnya.

Halaman
123
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved