Sandiaga Uno: Enggak Bisa Pemerintah Dikelilingi Masukan 'Asal Bapak Senang'

Sandiaga Uno berharap ada ada partai politik besar yang berada di luar pemerintahan untuk melakukan check and balances terhadap pemerintah.

Sandiaga Uno: Enggak Bisa Pemerintah Dikelilingi Masukan 'Asal Bapak Senang'
Instagram/sandiuno
Sandiaga Uno 

TRIBUNNEWS.COM Politikus Partai Gerindra Sandiaga Uno berharap ada ada partai politik besar, Gerindra misalnya, yang berada di luar pemerintahan untuk melakukan check and balances terhadap pemerintah agar demokrasi menjadi lebih kuat.

Ia mengaku kurang sreg jika semua partai politik bergabung ke koalisi pendukung pemerintah. 

"Kita kasih masukan yang konstruktif dan bersahabat sehingga lima tahun ke depan ini masyarakat bisa fokus, enggak gaduh politiknya, enggak pecah belah. Pemerintah itu butuh masukan kok," ujar Sandiaga di kediamannya, Jalan Pulombangkeng, Kebayoran Baru, Kamis (17/10/2019).

 Dahnil Bantah Kembalinya Sandiaga ke Partai terkait Wacana Gerindra Gabung Kabinet Jokowi-Maruf

Kritik dan masukan kepada pemerintah, menurut Sandi, tidak bisa hanya diutarakan oleh parpol yang menjadi pendukung.

Apalagi, saat ini media sosial sangat berkembang pesat dan sudah menjadi salah satu sarana kritik dan masukan bagi pemerintah.

Sandiaga mengaitkan pernyataannya tersebut dengan fenomena buzzer politik yang kritik dan masukan mereka seringkali mendistorsi aspirasi masyarakat.

Oleh sebab itu, ia merasa kritik, masukan dan kontrol harus datang dari pihak yang benar, yaitu salah satu kekuatan politik di Indonesia sendiri.

"Kan enggak bisa (pemerintah) dikelilingi dengan masukan 'asal bapak senang' atau didengungkan oleh para buzzer yang mendistorsi masukan dari rakyat, itu sangat berbahaya bagi demokrasi," kata Sandi.

 PKS: Kalau Semua Parpol Ikut Pemerintah, Nanti Apa Kata Dunia tentang Demokrasi Indonesia

Ia sekaligus menyinggung masyarakat yang lebih menginginkan adanya kekuatan politik besar di luar pemerintah demi mengontrol jalannya kekuasaan.

Ia yakin keinginan masyarakat itu sudah terlepas dari narasi rivalitas pesta demokrasi yang sudah lewat.

BACA SELENGKAPNYA >>>

Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved