Pelantikan Jokowi & Maruf Amin

Polisi Beberkan Skenario Gagalkan Pelantikan Presiden: Bom Molotov Hingga Lepas Monyet

"Berawal dari adanya grup WA berinisial F yang chatnya berisi perencanaan penggagalaan pelantikan presiden RI, kami mengamankan 6 orang," katanya

Polisi Beberkan Skenario Gagalkan Pelantikan Presiden: Bom Molotov Hingga Lepas Monyet
Tribunnews.com/Genik Lendong
Polda Metro Jaya menangkap enam orang yang berencana menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Jokowi - Maruf Amin. Keenam orang tersebut diantaranya SH, E, FAB, HRS, RH, dan PSM 

Laporan wartawan tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya menangkap enam orang yang berencana menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Jokowi - Maruf Amin.

Keenam orang tersebut di antaranya SH, E, FAB, HRS, RH, dan PSM.

Baca: Klaim Pelantikan Presiden Berjalan Aman, Polri Ucapkan Terimakasih

"Berawal dari adanya grup WA berinisial F yang chatnya berisi perencanaan penggagalaan pelantikan presiden RI, kami mengamankan 6 orang," kata Kabid Humas Polda Kombes Pol Metro Jaya, Argo Yuwono, Senin (21/10/2019).

Menurut Argo Yuwono, grup WA tersebut merupakan permufakatan jahat yang dibuat SH, tersangka utama sekaligus tokoh intelektual dalam kelompok.

Mereka yang terlibat dalam grup WA itu memiliki grand design besar dalam upaya penggagalan pelantikan presiden.

"Ada grand design besar yang intinya adalah ingin menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden RI," ujar Argo Yuwono.

Grand design yang dimaksud Argo yakni para tersangka mulanya mempersiapkan sejumlah senjata dan merakit alat peledak, peluru peledak serta bom molotov.

Bom-bom rakitan tersebut, lanjut Kabid Argo, rencananya akan diberikan kepada massa demonstran yang mulai memanas untuk menyerang petugas keamanan.

"Kemudian ada ide kelompok ini untuk melepas monyet di gedung DPR sebanyak delapan ekor, sudah dibeli tapi belum terlaksana karena berhasil diamankan," kata Argo Yuwono.

Halaman
12
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved