Kabinet Jokowi

KPN: Calon Menteri Harus Punya Ikatan dan Semangat yang Sama dengan Jokowi

Organ relawan pendukung Jokowi-Ma'ruf, Komite Penggerak Nawacita (KPN) menilai hak prerogatif dalam menyusun kabinet pemerintahan

KPN: Calon Menteri Harus Punya Ikatan dan Semangat yang Sama dengan Jokowi
Tribunnews/JEPRIMA
Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo bersama Maruf Amin saat akan melakukan penandatanganan berita acara pelantikan Presiden pada acara Sidang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Masa Jabatan 2019-2024 di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (20/10/2019). Sidang Paripurna MPR dengan Agenda Tunggal Pengucapan Sumpah dan Pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia dan Ma'ruf Amim sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia terpilih periode 2019-2024. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Organ relawan pendukung Jokowi-Ma'ruf, Komite Penggerak Nawacita (KPN) menilai hak prerogatif dalam menyusun kabinet pemerintahan, termasuk menentukan calon-calon menterinya, ada di tangan Jokowi sebagai Presiden.

Jubir KPN Dedy Mawardi menyebut hak prerogatif tersebut juga harus dihormati tanpa adanya tekanan maupun campur tangan pihak-pihak atau kelompok yang tak mempunyai ikatan emosional sert dukungan dalam proses pengawalan pemerintahan Jokowi.

"Komposisi kabinet jilid II selayaknya butuh figur-figur yang tak hanya mampu menjalankan agenda prioritas pemerintah, tetapi juga paham dengan apa yang diinginkan presiden, kabinet ini harus diisi oleh orang orang yg menjiwai ruh perubahan itu sendiri, bukan yang sekadar membawa agenda pribadi atau kepentingan sempit kelompoknya," ujar Dedy kepada wartawan, Selasa (22/10/2019).

Baca: TERBARU MUA Ini Bagikan Suasana Pernikahan Rina Nose dan Josscy Aartsen: Alhamdulillah Sah!

Baca: SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Indonesian Idol 2019 Last Audition, Tonton Lewat HP di Sini!

Baca: Valentino Rossi Kecewa Musim Balap 2019 Hasil Monster Energy Yamaha Jeblok

Lebih dari itu, Dedy menambahkan, pihaknya tak mempermasalahkan figur calon menteri nantinya berasal dari kalangan profesional, kader parpol pendukung maupun relawan.

"Yang terpenting adalah figur tersebut mempunyai latar belakang dan rekam jejak yang teruji dimasa lalu dan selama proses pengawalan kepemimpinan Jokowi di periode sebelumnya," tambahnya.

Namun, selama dua hari ini, Dedy belum melihat kehadiran tokoh relawan di istana.

Padahal, menurutnya, dari relawan Jokowi pun ada sejumlah nama yang tak kalah mumpuni, baik dari sisi profesionalitas maupun loyalitas.

“Saya berharap ada menteri yang berasal dari relawan. Alasannya ada ikatan antara Jokowi dan relawan sejak 2014. Ikatan ini bisa jadi kekuatan untuk mewujudkan agenda perubahan menuju Indonesia lebih baik,” pungkas Dedy.

Penulis: Reza Deni
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved