Kabinet Jokowi

Rupiah dan IHSG Keok, Ekonom: Pasar Kecewa terhadap Menko Perekonomian yang Baru

satu posisi menteri yang kurang pas berada di Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang diisi oleh Ketua Umum Partai Golkar

Rupiah dan IHSG Keok, Ekonom: Pasar Kecewa terhadap Menko Perekonomian yang Baru
Tribunnews.com/Irwan Rismawa
Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengenalkan Kabinet Indonesia Maju di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memerah pada Rabu (23/10/2019), pasca diumumkannya menteri-menteri dalam kabinet Indonesia Maju Joko Widodo-Maruf Amin periode 2019-2020 pagi ini.

IHSG melemah sebanyak 1,08 poin atau 0,02 persen ke posisi 6.224,42 pada awal perdagangan hari ini.

Sementara nilai tukar rupiah terdepresiasi 12 poin atau 0,9 persen ke level Rp 14.052 per Dolar AS dibandingkan sesi penutupan kemarin.

Para menteri Kabinet Indonesia Maju diperkenalkan kepada media di depan kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, menjelang pelantikan Rabu pagi (23/10/2019). (ISTIMEWA)
Para menteri Kabinet Indonesia Maju diperkenalkan kepada media di depan kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, menjelang pelantikan Rabu pagi (23/10/2019). (ISTIMEWA) (ISTIMEWA)

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengatakan, pasar merespons negatif pengumuman kabinet, terutama terhadap susunan menteri di bidang perekonomian.

"Dana asing kabur Rp 121 miliar pasca pengumuman karena kecewa terhadap pos strategis di bidang ekonomi yang diduduki oleh sosok yang kurang pas," kata Bhima saat dihubungi Tribunnews.com, Rabu (23/10/2019).

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Senin (21/10/2019). Menurut rencana, presiden Joko Widodo akan memperkenalkan jajaran kabinet barunya kepada publik hari ini usai dilantik Minggu (20/10/2019) kemarin untuk masa jabatan periode 2019-2024 bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Senin (21/10/2019). Menurut rencana, presiden Joko Widodo akan memperkenalkan jajaran kabinet barunya kepada publik hari ini usai dilantik Minggu (20/10/2019) kemarin untuk masa jabatan periode 2019-2024 bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Dia menyebutkan, satu posisi menteri yang kurang pas berada di Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang diisi oleh Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Mantan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Menurut Bhima, jabatan Menko Perekonomian adalah jabatan startegis yang tak seharusnya diisi oleh politisi.

"Lagipula kinerja pak Airlangga di Kementerian Perindustrian bisa dibilang jauh dari harapan. Misalnya deindustrialisasi prematur terus berlanjut, dan pak Airlangga gagal menahan laju deindustrialisasi," kata Bhima.

Dia memaparkan, pada 2015 kuartal II share manufaktur terhadap PDB sebesar 20,8 persen. Kemudian di tahun 2019 kuartal yang sama turun ke 19,5 persen.

Selain itu, Laju pertumbuhan manufaktur sebesar 3.54 persen dinilai jauh dibawah pertumbuhan ekonomi yakni 5.05 persen.

Halaman
1234
Penulis: Ria anatasia
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved