Polisi Pastikan Lombok Tengah Bebas Dari Gerakan Radikal
Pihak kepolisian telah melakukan pemetaan dan pengawasan terhadap potensi gerakan radikal di masyarakat.
Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi
TRIBUNNEWS.COM, LOMBOK - Polres Lombok Tengah memastikan wilayahnya terbebas dari pengaruh paham radikal.
Pihak kepolisian telah melakukan pemetaan dan pengawasan terhadap potensi gerakan radikal di masyarakat.
”Saya pastikan wilayah Lombok Tengah bebas dari paham radikal,” ujar Kapolres Lombok Tengah, AKBP Budi Santosa, di Nusa Tenggara Barat, Rabu (23/10/2019).
Baca: Gelandang Andalan Atletico Madrid Kembali Masuk Radar Barcelona
Baca: Baru Keluar Penjara, Pria Asal Tulungagung Bacok Pemuda Setelah Dengar Kekasih Temannya Disekap
Selain itu, Polres Lombok Tengah rutin melakukan penyuluhan seputar bahaya paham radikalisme kepada masyarakat.
”Seperti kami melakukan sosialisasi terhadap ratusan santri, mereka langsung paham bahaya paham radikal ini,” tutur Budi.
Pihak kepolisian dibantu oleh pesantren dan pemuka agama melakukan upaya pencegahan dan sosialisasi yang dilakukan kepada warga dan santri.
”Gambarannya mayoritas masyarakat di sini memeluk agama Islam, mereka paham akan bahaya paham radikal,” kata Budi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kapolres-lombok-tengah-akbp-budi-santosa.jpg)