Breaking News:

Kabinet Jokowi

PKS Nilai Jabatan Wakil Menteri Tak Sesuai Reformasi Birokrasi

Menurutnya, adanya posisi tersebut tidak sesuai reformasi birokrasi yang selama ini digencarakan oleh pemerintah.

Tribunnews.com/ Chaerul Umam
Mardani Ali Sera di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengkritik langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menempatkan posisi jabatan wakil menteri (wamen) di beberapa pos kementerian.

Menurutnya, adanya posisi tersebut tidak sesuai reformasi birokrasi yang selama ini digencarakan oleh pemerintah.

Ia pun memperingatkan, jangan sampai adanya posisi wamen menciptakan dualisme kepempinan dalam satu kementerian.

"Keberadaan wamen perlu hati-hati. Bukan hanya tidak sesuai dengan reformasi birokrasi tapi juga berpeluang mengganggu harmoni karena ada dua matahari kembar," kata Mardani kepada wartawan, Jumat (25/10/2019).

Baca: Mengenal Wahyu Sakti Trenggono, Wakil Menteri yang Akan Dampingi Menhan Prabowo Subianto

Baca: Ini Nama-nama 12 Calon Wakil Menteri yang Dipanggil Jokowi ke Istana

Menurutnya, keberadaan posisi wamen perlu ditinjau ulang.

Ia tidak ingin, adanya jabataj wamen justru menciptakan permasalahan baru.

"Mesti dihitung ulang manfaat dan madaratnya," ujar Mardani.

Diberitakan sebelumnya, pagi ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil 12 orang calon wakil menteri di Kabinet Indonesia Maju ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/2019).

Anak Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo yaitu Angela Herliani Tanoesoedibjo hingga Ketua Umum relawan Projo Budi Arie Setiadi hadir memenuhi undangan Jokowi.

Halaman
12
Penulis: chaerul umam
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved